10 Cara Mengetahui Kejujuran Seseorang Ketika Sedang Berbicara

Pidipedia.com-Kamu pernah merasa dibohongi oleh seseorang? Apa yang Kamu rasakan ketika seseorang telah berbohong padamu? Marah, sedih, kecewa, atau perasaan tidak menyenangkan lainnya? Pastinya hal itu akan menghancurkan kepercayaan kita pada orang itu.

Bila kamu tidak ingin dibohongi seseorang untuk yang kesekian kalinya, maka perhatikanlah cara ia sedang berbicara. Seiring perkembangan zaman, pakar-pakar psikolog menemukan cara-cara ampuh untuk mengetahui gerak-gerik seorang pembohong. Memang tidak mudah untuk mendeteksi mimik wajah seseorang, tetapi ada beberapa tanda yang bisa diamati jika ia sedang berbohong.

Apa saja itu, yuk langsung saja kita simak mengenai 10 cara mengetahui kejujuran seseorang ketika sedang berbicara


1. Lihat Matanya

Mata melihat ke kiri atas, maka mengingat-ingat pengalaman terkait dengan pertanyaan anda. Mata melihat ke kanan atas, maka dia akan sedikit mengarang karena belum siap dengan jawabanya. Mata melihat ke kiri bawah, maka dia sedang mengambil fakta dari masa lalunya (jujur). Mata melihat ke kanan bawah, terhubung dengan perasaan seseorang, bukan sebuah rekayasa.

2. Lihat Dari Mimik Mukanya

Amati mimik wajah apakah pipinya merona, lubang hidung melebar, kebiasaan tiba-tiba menggigit bibir, berkedip cepat hingga menarik nafas dalam-dalam ketika berbicara. Kalau dia melakukan hal-hal tersebut biasanya itu tanda bahwa dia sedang mengatakan kebohongan kepada kamu.

3. Perhatikan Bahasa Tubuhnya

Kamu bisa mendeteksi apakah dia sedang berbohong atau tidak melalui bahasa tubuhnya. Namun, cara ini bisa dilakukan jika dia tidak sedang dalam keadaan ‘sibuk’. Pertama-tama, perhatikan tangannya. Jika dia meremas kedua tangannya waktu ngomong sama kamu atau mengelus wajah itu tanda bahwa dia sedang cemas atau sedang menutupi cerita yang sebenarnya.

Lalu, amati juga kakinya. Jika kakinya terlihat sering bergerak, mungkin dia tegang dan ingin segera mengakhiri topik yang sedang dia bicarakan (di mana topik ini biasanya mengandung kebohongan).

4. Lihat Cara Dia Tersenyum

Perhatikan dengan baik bagaimana si dia tersenyum ketika kalian membicarakan topik tertentu. Misalnya, awasi gerakan mulut dan mata ketika si dia tersenyum. Jika dia tersenyum lepas yang melibatkan seluruh organ wajah itu tanda kalau dia jujur. Tetapi kalau dia tersenyum menyeringai (seolah terpaksa) itu tanda bahwa dia sedang berbohong..

5. Cara Bicaranya

Para ahli menyarankan untuk melihat atau merasakan bagaimana pola napasnya ketika berbicara, apakah cepat atau lambat. Jika dia bicara terlalu cepat atau terlalu lambat, biasanya dia tidak sedang berkata jujur.

6. Terlalu Banyak Menyentuh Bagian Tubuh

Saat berbohong, biasanya ada perubahan perilaku yang dilakukan. Mulai dari nada bicara, postur dan gerakan tangan bisa berubah. Hal-hal sederhana seperti ini sering terjadi dan dilakukan untuk menutupi kebohongan dari cerita yang kamu dengarkan. Saat berbohong, dia juga biasanya akan sering menyentuh beberapa bagian tubuh tertentu seperti wajah, bibir, dan leher.

7. Membuang Wajah Ketika Ditanya

Wajar jika pertanyaan yang kamu berikan adalah pertanyaan sulit kemudian dia membuang wajah atau memalingkan muka. Namun, jika di pertanyaan sederhana saja dia menghindari tatapanmu, maka kamu perlu curiga. Karena jawaban yang akan diberikan oleh dia selanjutnya bisa jadi adalah jawaban yang tidak jujur.

8. Sifat Defensif

Saat kamu mengajukan pertanyaan, dia seolah sedang dihakimi dan dipojokkan. Padahal kamu hanya mengajukan pertanyaan biasa. Malah, kadang dia jadi melakukan sikap defensif dengan balik marah dan menuduh kamu terlalu curiga atau posesif.

9. Mengalihkan Pembicaraan

Ketika si dia berusaha mengalihkan pembicaraan secara halus dengan membicarakan topik lain, ada dua kemungkinan. Dia tidak tertarik atau dia sedang berbohong. Jika setelah bahasan lain dibicarakan dia menghela napas panjang, ini karena dia sudah lega karena nggak perlu lagi berbohong sama kamu.

10. Dengarkan Dengan Cermat Apa Yang Dibicarakan

Seseorang yang berbohong cenderung memakai kata-kata seperti “tapi”, “kecuali”, “sedangkan” karena proses berpikir yang rumit ketika berbohong. Dan juga biasanya mereka suka melakukan pengulangan. Si dia juga akan sering memakai kata “aku”, “punyaku”. Di dalam cerita yang dilontarkan oleh pembohong, kamu juga akan menemukan sedikit kata ganti pribadi.

(sumber kaskus)


Baca juga:


(Visited 228 times, 2 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *