5 Ciri Anak yang Mengidap Autisme

Pidipedia.com – Autisme adalah sebuah kelainan yang membuat anak kesulitan membina hubungan sosial, berkomunikasi secara normal maupun memahami emosi serta perasaan orang lain. Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan yang merupakan bagian dari Kelainan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorders (ASD) dan juga merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung Gangguan Perkembangan Pervasif atau Pervasive Development Disorder (PDD).

Autisme bukanlah penyakit kejiwaan karena ia merupakan suatu gangguan yang terjadi pada otak sehingga menyebabkan otak tersebut tidak dapat berfungsi selayaknya otak normal dan hal ini termanifestasi pada perilaku penyandang autisme.

Anak yang mengidap autisme biasanya baru terlihat saat berusia 12-18 bulan, bisa muncul dalam berbagai gejala yang berbeda. Hal ini tentu akan mempersulit orang tua untuk mengindentifikasi. Faktanya separuh dari orang tua anak dengan autisme tidak mengetahui gejala awal dari autisme.

Berikut lima tanda awal anak yang mengidap austisme:

1. Tidak merespon ketika namanya dipanggil

Anak yang sehat pasti akan memberikan respon saat dipanggil, biasanya dengan menoleh ke arah suara. Hanya 20 persen bayi yang dikemudian hari didiagnosis dengan autisme memberi respon saat nama mereka dipanggil.

2. Tidak berbagi perhatian

Berbagi perhatian adalah indikasi awal dari kemampuan bicara, karena dalam kemampuan ini anak akan ditantang kemampuannya untuk berbagi dengan orang lain. Contoh: saat seorang anak melihat pesawat terbang, anak semestinya akan melihat ke pesawat, ke ibunya atau orang yang dekat dengannya, lalu ke pesawat lagi seolah-olah mengatakan “kamu melihat yang aku lihat kan?”.

3. Tidak meniru perilaku orang lain

Anak yang mengidap autisme biasanya kurang tertarik pada perubahan mimik wajah orang lain dan tak suka menirunya. Misalnya tersenyum, melambai, bertepuk tangan. Ini adalah perilaku khas bayi pada umumnya.

4. Tidak suka permainan pura-pura

Anak-anak biasanya suka main pura-pura. Misalnya pura-pura jadi ibu dengan boneka kecil atau menggunakan pisang untuk telepon. Hal ini biasanya muncul di usia 2-3 tahun. Anak-anak dengan autisme biasanya tidak terlalu tertarik dengan obyek ini.

Anak-anak dengan autisme biasanya tertarik dengan benda dengan cara yang berbeda. Ketika mereka semakin tua, mereka akan menggunakan obyek tersebut tapi tidak dengan imajinasi seperti anak-anak lain.

5. Tak merespon dengan emosi

Anak-anak umumnya sangat sensitif dengan emosi orang lain. Sementara bayi atau balita dengan autisme biasanya tidak demikian. Karenanya bayi atau balita dengan autisme biasanya jarang ikut tersenyum, tertawa atau menangis kala melihat bayi atau balita lain melakukannya.

Baca juga!

(Visited 62 times, 1 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *