5 Fakta Menarik Pada Saat Awal Mula Berdirinya TNI

Pidipedia.com-Sebelum bernama TNI (Tentara Nasional Indonesia), pasukan tentara Indonesia bernama TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Yang berdiri pada tanggal 5 Oktober 1945. Sejarah selengkapnya : Mengenal Lebih Dekat Tentara Nasional Indonesia

Nah, sekarang kita akan membahas tentang bagaimana prosedur perekrutan dan keadaan tentara Indonesia pada awal didirikan, tentunya banyak hal menarik dan unik yang perlu kita ketahui dan jelas jauh berbeda dengan keadaan sekarang.

Menurut Presiden Soekarno, banyak cerita mengharukan yang lucu dan menarik di awal pendirian TNI. Apa saja itu? Yuk langsung saja kita simak:


1. Asal bawa granat, maka langsung jadi Perwira:

TKR
Saat ini, jangankan menjadi perwira, untuk daftar jadi anggota TNI pun sangat sulit. banyak hal persyaratan yang harus dipenuhi dan harus melalui beberapa tahap tes yang begitu ketat. Apalagi untuk menjadi perwira, kalau bukan lulusan Akademi Militer maka harus sarjana yang kemudian mengikuti sekolah perwira. Tentunya seleksinya berat dan selektif.

Akan tetapi bada hal nya pada Saat TKR terbentuk, sangat mudah untuk menjadi perwira. Cukup bawa granat rampasan dan mendaftar tak perlu tes ini itu, maka langsung diberi pangkat letnan.

“Seorang sukarelawan yang mendaftarkan diri dengan membawa 10 anak buah, diberi pangkat kopral. Bila memimpin 20 orang, ia menjadi sersan. Tetapi bila membawa senapan dan granat selundupan, dia menjadi perwira,” (Soekarno)


 

2. Seragam Belang-belang

TKR
Kini TNI punya seragam loreng yang bagus dan sama model maupun motifnya. Helm baja lengkap dengan sepatu boot berkualitas untuk bertempur.

Tahun 1945, seragam TNI tak sama. Jangankan membuat seragam yang sama, punya baju dan celana layak pakai saja sudah mewah.

“Sebagian tentara memakai uniform rampasan dari Belanda. Sebagian rampasan Australia dan ada juga yang melucuti tentara Jepang lengkap dengan sepatu boot dan pedang panjang,” (Soekarno)

Uniknya saat itu bisa saja komandan hanya memakai pakaian usang dan celana pendek lusuh, sementara prajuritnya berpakaian lebih bagus. Tergantung siapa yang merampas duluan. Banyak juga yang ukurannya tak sesuai, sehingga kebesaran.

Tapi tak ada yang peduli saat itu. Mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia sejuta kali lebih penting daripada seragam mentereng.


3. Satu Senjata Untuk 5 Orang

TKR
Tentara Keamanan Rakyat dibentuk dari nol. Tanpa dukungan dana, maupun peralatan. Kondisi tentara Indonesia sangat memprihatinkan.

“Yang dipakai sebagai ukuran vital, setiap lima orang prajurit memiliki satu pucuk senjata,” (Soekarno)

Saat itu TKR mengandalkan senjata rampasan dari Jepang atau sisa Belanda yang sudah tua. Jangan heran jika melihat barisan-barisan tentara hanya menyandang bambu runcing atau samurai.

“Kami mempunyai prajurit tanpa senjata, tanpa seragam dan tanpa gaji, tetapi tentara kami terus berkembang,” (Soekarno)


4. Dalam waktu 1,5 Jam, bisa Naik Pangkat Jadi Mayor

tkr
Pada saat itu memerintah lebih dari 70 orang, hanya memiliki ajudan yang hanya berpangkat letnan, hal itu membuat Soekarno berpikir dalam upaya membentuk tentara yang bisa tumbuh cepat.

Soekarno lalu memanggil letnan ajudannya itu.
“Sudah berapa lama kau jadi letnan?”
Si ajudan menjawab “1,5 jam, Pak!” katanya sambil menghormat.
Lalu Soekarno berkata;
“Nah, karena kita merupakan negara baru yang tumbuh cepat, mulai sore ini kau menjadi mayor,”


5. Asal Berani Naik Pesawat, maka bisa jadi Pilot

tkr
Jika kini TNI AU sudah memiliki F-16, Sukhoi, T-50i dan aneka pesawat lain, maka tahun 1945 kondisinya bagai bumi dan langit. Saat itu Angkatan Udara hanya punya beberapa pesawat bekas Jepang yang sebenarnya tak layak terbang.

Saat itu jumlah orang Indonesia yang bisa menerbangkan pesawat hanya beberapa orang. Sebagian malah takut terbang. Maka tes masuk AU pun tentu tak sesulit sekarang.

Satu-satunya pertanyaan yang diajukan adalah, “Apakah anda, berani naik pesawat terbang kita?”
Bila jawabannya “ya”, maka dia diterima di Angkatan Udara. kenang Soekarno.

Nasib Angkatan laut juga tak kalah miris. Saat itu hanya ada beberapa kapal kayu. Tak seimbang dengan Indonesia yang lautnya sangat luas.

Sampai pada akhirnya impian Soekarno telah terwujud. Kini TNI telah menjadi pasukan tentara yang besar, hebat bahkan disegani negara lain.


Baca juga:

(Visited 827 times, 1 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *