5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Memperpendek Usia Anda

Pidipedia.com-Umur seseorang adalah rahasia Tuhan yang tidak ada seorang pun yang tahu, tetapi menjaga kesehatan tubuh agar tetap sehat dan bugar di segala situasi dan kondisi sangatlah penting.

Ada beberapa kebiasaan sepele yang mungkin sering kita lakukan yang ternyata mempunyai efek yang bisa memperpendek kemungkinan hidup kita.

Berikut adalah di antaranya :


1. Begadang Semalaman

Kurangnya tidur dan kebiasaan sering begadang semalaman secara biologis bisa menjadikan tubuh rawan terkena berbagai macam penyakit. Diantaranya stroke, diabetes, serangan jantung, obesitas, dan lainnya. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang ada di Duke-NUS Graduate Medical School For Cognitive Neuroscience, menunjukkan bahwa kurangnya waktu untuk tidur akan bisa mempercepat penuaan otak.


2. Sikap muram

Selalu bersikap muram bisa membahayakan bagi kesehatan tubuh anda. Misalnya kebiasaan sering cemas, gampang cemburu, pemurung, dan tertekan di usia yang masih muda, akan bisa meningkatkan risiko mereka terkena penyakit Alzheimer di kemudian harinya.


3. Duduk terlalu lama sepanjang hari

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Universitas Harvard, menunjukkan bahwa bila duduk lebih dari tiga jam sehari, hal demikian bisa mengurangi harapan hidup selama dua tahun. Oleh karena itu, hendaknya anda bisa melakukan setiap aktifitas secara teratur mulai berjalan, berjalan cepat, duduk sebentar , yang semuanya itu haruslah seimbang.


4. Pelit atau kikir

Sesuai dengan perkataan pepatah, memberi itu lebih baik dari pada menerima. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam American Journal of Public Health, menunjukkan bahwa membantu orang lain bisa mengurangi tingkat stres yang dialami seseorang. Yang mana hal tersebut bisa mengurangi akan risiko kematian pada seseorang. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa, kedermawanan merupakan hadiah yang bisa terus memberikan kebaikan dalam kehidupan kita.


5. Berjalan terlalu lamban

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lawrence Berkeley National Laboratory terhadap 39 ribu pejalan kaki, angka kematian tertinggi dalam satu dekade berasal dari orang-orang yang berjalan terlalu lambat. Dengan demikian, untuk mengurangi risiko akan masalah tersebut, kita sebaiknya mengatur pola berjalan yang seimbang, yaitu menerapkan berjalan secara pelan diselingi dengan berjalan cepat secara teratur.


Baca juga:

 

(Visited 101 times, 1 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *