5 Pesepakbola Muda Masa Depan Indonesia yang Berkarier di Luar Negeri

Next>>>

Pidipedia.com-Setelah terbebasnya Indonesia dari hukuman FIFA (Federation Internationale de Football Association) yang merupakan Federasi Sepakbola Internasional, saat ini Indonesia mulai berbenah kembali untuk bisa bangkit dan bersaing di kancah sepakbola dunia. Apalagi setelah Indonesia mampu bercokol di posisi-2 (runner up) di Piala AFF 2016, padahal seperti yang kita ketahui bahwa sepakbola Indonesia baru saja bangun dari tidurnya.

Keberhasilan ini menyiratkan bahwa pesepakbola Indonesia memang tak bisa diremehkan begitu saja, apalagi jika sepakbola Tanah Air bisa dikelola dengan lebih baik lagi, salah satunya yaitu dengan mencari bibit-bibit pesepakbola berbakat ke seluruh pelosok negeri.

Bahkan saat ini pespakbola muda berbakat Indonesia ternyata banyak yang bermain di Luar Negeri, hal ini merupakan salah satu bukti kebangkitan sepakbola Indonesia dengan harapan anak-anak tersebut bisa membawa Indonesia menjadi Raja sepakbola dunia seperti halnya Brazil, Argentina dan negara-negara besar di Eropa.

Siapa saja anak-anak berbakat yang diharapkan bisa menjadi generasi emas penerus bangsa dimasa depan yang saat ini bermain diluar negeri? Berikut adalah 5 pemain sepakbola cilik berbakat yang bermain di luar negeri:

1. Tristan Alif (Leganes, La Liga Spanyol)

Siapa yang tak kenal dengan sosok Tristan Alif Naufal atau Lionel Messi-nya Indonesia, merupakan pemain bola cilik berbakat Tanah Air ini memang begitu fenomenal. Bahkan saat ini beliau bergabung dengan klub La Liga Spanyol, Leganes, pada 27 September 2016 lalu.

Walaupun saat ini ia masih berusia 12 tahun, namun memiliki talenta yang luar biasa yang membuat sejumlah klub raksasa Eropa kepincut ingin merekrutnya seperti Liverpool dan Ajax Amsterdam. Akan tetapi kepindahannya ke klub tersebut mengalami kegagalan karena berbagai faktor.

Sehingga Alif lantas mencoba keberuntungan ke Negeri Spanyol dengan melakoni trial bersama akademi La Masia milik Barcelona, namun sayang rupanya klub itu masih belum jodohnya. Akhirnya ia tetap bisa main di Spanyol dengan bergabung di akademi klub Leganes. Kepastian Alif bergabung dengan klub yang baru promosi di La Liga itu diketahui melalui akun Twitter-nya, @AlifTristan28.


2. Angga Rezky Fitraispan (CD La Union – Spanyol)

Selain Tristan Alif, ada juga Angga Rezky Fitraispan yaitu pemuda berusia 17 tahun kelahiran Mampang, Jakarta Selatan yang telah lama merasakan kerasnya persaingan sepakbola di Benua Eropa. Awal perjalanan karirnya yang membuat ia bisa merumput di Spanyol, saat ia berusia enam tahun yang dibawa oleh ayahnya (Paiman) yaitu seorang juru masak hotel salah satu kota Murcia, Spanyol.

Setelah memasuki usia ke-8, Angga bergabung dengan sebuah klub sepakbola lokal yakni CD La Manga dan CD La Union (klubnya saat ini). Meski persaingan terbilang berat, namun hal tersebut justru membuat Angga terus termotivasi. Hal itu justru membuat dirinya sukses beberapa kali menembus pemusatan latihan yang digelar oleh dua klub besar La Liga, Real Madrid (2012) dan Barcelona (2014). Tak hanya itu, ia juga tercatat sebagai salah satu pemain muda yang resmi terdaftar di Federasi Sepakbola Spanyol (REEF).

Angga sendiri bermain di posisi sayap. Dirinya mengaku jika role model dalam permainannya selama ini adalah penyerang sayap milik Blaugrana, Neymar. Menurut data FFT temukan, pemuda pasangan Paiman dan Isnaeni tersebut memiliki kemampuan dalam hal dribel dan passing.

Sang ayah menuturkan bahwa Angga adalah seorang pencipta assist yang andal. “Ciri khas permainannya dia lebih dominan di dribbling, passing juga bagus, walaupun tidak banyak cetak gol, Angga lebih banyak assist, saat ini kecepatannya juga tidak kalah dengan dengan orang lokal Spanyol yang secara fisik memiliki postur yang lebih besar dan tinggi,” ungkap Paiman seperti dilansir BakatBola.


3. Abdurrahman Iwan (Al-Wakrah – Qatar)

Selanjutnya generasi muda berbakat dari Jawabarat yang merupakan pemain yang bisa berposisi sebagai striker juga gelandang serang. Abdurrahman Iwan yang saat ini baru berusia 10 tahun, namun soal prestasi mengolah kulit bundar diatas lapangan tak bisa diragukan lagi. Bahkan ia dijuluki sebagai Maradona Indonesia setelah keluar sebagai top skorer di ajang Liga Junior Qatar dua musim beruntun. Pada musim 2014/15 ia berhasil menorehkan catatan impresif dengan mengemas total 42 gol, sedangkan di musim 2015/16 Iwan sukses membukukan 37 gol.

Torehannya tersebut tentu saja berbanding lurus dengan gelar yang ia persembahkan bagi klubnya saat ini, SC Al Wakrah. Ia berhasil mengantarkan Al Wakrah dua kali merebut gelar di event internasional bernama International Triseries Tournament.

Selain bermain untuk SC Al Wakrah, anak dari Iwan Kuswanto ini tercatat sebagai pemain di akademi ternama di Qatar, Aspire Football Academy Qatar. Perlu diketahui, Aspire Academy adalah akademi sepakbola terbesar di daratan Asia dan bukan hal yang mudah untuk bisa menjadi bagian dari akademi itu karena harus melewati seleki super ketat terlebih dahulu.

Klik NEXT untuk baca selanjutnya >>>

(Visited 1.567 times, 1 visits today)

Comments

comments

Next>>>

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *