6 Pasukan Elite Asing yang Pernah Berhadapan dengan Kopassus

Like and Share

Pidipedia.com-Bicara soal Tentara Nasional Indonesia (TNI), tidak bosan-bosannya kita mendengar kabar akan prestasi dan kehebatan yang dimilikinya. Dunia mengakui bahwa TNI memiliki pasukan khusus/elite yang sangat hebat dan bukanlah pasukan khusus sembarangan, mereka memiliki kemampuan yang cukup tangguh dan tidak perlu diragukan lagi.

Seperti halnya pasukan tentara Amerika yang sering berhadapan dan bertempur dengan pasukan asing, ternyata tentara Indonesia juga pernah bertempur berhadapan langsung dengan pasukan asing. Berikut adalah 5 pasukan elit asing yang pernah berhadapan dengan Kopassus pasukan elite Indonesia.


1. Tentara Gurkha

tentara gurkha

Kejadian ini terjadi pada tahun 1963 lalu saat Indonesia terlibat konflik dengan Malaysia karena Presiden Soekarno mengajak untuk mengganyang Malaysia. Akhirnya pasukan Malaysia kewalahan menghadapi gempuran pasukan tentara Indonesia. Akhirnya Malaysia meminta bantuan Inggris, saat itu pula Inggris langsung mengirim pasukan komando SAS dan pasukan Gurkha ke Malaysia. Hingga saat itu pasukan TNI harus berhadapan dengan 3 pasukan asing sekaligus.

Pasukan Gurkha berasal dari Nepal namun bertempur untuk Inggris. Pasukan ini memiliki senjata khas yaitu pisau Kukri. Dengan pisaunya, mereka bergerak dengan cepat dan menggorok leher musuhnya.

Dalam pertempuran di Sakilkilo pada 10 Juli 1964, satu peleton Tentara Nasional Kalimantan Utara berhasil meraih kemenangan melawan 2 peleton Gurkha. Dalam perang tersebut, 20 orang Gurkha tewas namun tidak ada satupun korban jatuh di pasukan Indonesia.

Sementara itu, pertempuran melawan tentara Gurkha di Gunung Tepoi, Kalimantan pada 21 November berakhir dengan kekalahan pihak TNI. Tentara Gurkha berhasil menyerang Batalyon 428 Raiders dari Divisi Diponegero yang berakhir dengan tewasnya 24 prajurit TNI sementara Gurkha kehilangan 3 personilnya. Sebuah kekalahan yang wajar dengan perbandingan 1:3 pasukan./boombastis.com


2. Royal Malay Regiment

tentara

Pada 29 Desember 1963, 35 KKO (Korps Komando Marinir) atau yang sekarang disebut dengan Korps Marinir menyerbu markas Kalabakan. Dalam serangan tersebut, 8 prajurit RMR meninggal dan 19 lainnya mengalami luka-luka. Namun tak ada korban di pihak KKO.

Royal Malaya Regiment adalah satuan unit khusus milik negara tetangga kita, Malaysia. Satuan ini sering juga disebut sebagai Ranger, dan mereka mampu bertempur di medan yang sulit dan dengan misi yang berat./boombastis.com


3. SAS Inggris

tentara

Pada 23 April 1965, pasukan Kopassus dan SAS pernah berhadapan langsung dalam penyerangan di Plaman Mapu, Kalimantan Barat. Dalam pertempuran tersebut, 9 orang prajurit SAS tewas, dan Kopassus kehilangan 2 orang prajurit.

SAS atau (Special Air Service) adalah pasukan khusus dari Inggris. Mereka juga disebut-sebut sebagai pasukan paling elit di dunia dengan teknologinya yang canggih dan jauh berada di atas teknologi pasukan Kopassus milik Indonesia./boombastis.com


4. Korps Mariniers

tentara

Korps Mariniers adalah pasukan baret hitam milik Angkatan Laut Belanda. Ketika di Indonesia terjadi konflik Trikora, Belanda mengandalkan pasukan ini dalam pertempuran melawan TNI.

Saat itu, L.B Moerdani dengan pasukan naga yang di Irian Barat berhasil disergap oleh pasukan Belanda. Pasukan tersebut tidak dapat dideteksi karena kemampuan mereka bergerak dengan sangat senyap. PGT atau Pasukan Gerak Tjepat juga pernah terlibat bentrok dengan satuan angkatan laut Belanda ini./boombastis.com


5. Korps Commandotroopen

tentara

Pasukan baret hijau ini juga merupakan milik Belanda. Dulu, pasukan elit Belanda ini bernama Korps Special Tropen. Namun, namanya kemudian diganti dari KST menjadi KCT.

Korps Commando Troopen ini juga pernah berhadapan langsung dengan TNI. Hal ini terjadi ketika TNI pada masa revolusi kemerdekaan dan adanya konflik RMS di Ambon. Pendirian Kopassus sendiri mengacu pada satuan asal Belanda ini./boombastis.com


6. Pasukan Australia

TNI

 

Kejadiannya terjadi sekitar pertengahan tahun 1980-an. Saat itu Irian Jaya (Papua) sedang gencar-gencarnya ingin memisahkan diri dari NKRI dengan seringnya melakukan pergerakan dan perlawanan untuk mendapatkan kemerdekaannya.
saat itu pula beredar kabar bahwa ternyata OPM (Organisasi Papua Merdeka) sering mendapat pasokan senjata yang diselundupkan dari Papua New Guinea. Ketika dikonfirmasi ke otoritas Papua New Guinea, ternyata mereka tidak tahu menahu mengenai hal tersebut. Akhirnya Benny memutuskan untuk mengambil langkah sendiri untuk mengidentifikasi siapa/ negara mana yang melakukan hal tersebut./buku kopassus Ken Conboy. Cerita selengkapnya baca di :=> (klik disini)


Baca Juga:

Like and Share

(Visited 52.158 times, 57 visits today)

Silakan beri komentar anda!

tulis komentar . . .

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares