Jokowi Dikabarkan Akan Lengser? Ini Menurut Ramalan Jayabaya!

Pidipedia.com-Dari 7 Presiden Indonesia, bisa dikatakan Presiden Joko Widodo merupakan Presiden yang paling sering dikritik, dihujat, bahkan dicaci-maki dan dihina oleh pemerhati politik dan rakyatnya. Alasannya entah karena kinerjanya yang kurang baik, persaingan politik atau memang hanya kebetulan menjabat sebagai Presiden di era cyber seperti sekarang ini, hingga dengan mudahnya rakyat menyampaikan berbagai aspirasi, protes, kritikan, hujatan bahkan cacian dan hinaan.

Pertanyaannya, apa benar Jokowi menyerah dengan keadaan Negara seperti sekarang ini dan memilih untuk lengser?

Bila dikaitkan dengan sebuah ramalan Jayabaya, seorang raja dari Kerajaan Kediri (1135 M – 1157 M) layak dipertimbangkan. Sejak ribuan tahun lalu beliau meramalkan tentang pemimpin-pemimpin negeri ini.

Dalam ramalannya disebutkan bahwa Indonesia akan menjadi sebuah Negara besar dan maju setelah melewati fase “NO-TO-NO-GO-RO”.

Istilah tersebut merupakan inisial dari nama-nama pemimpin Indonesia.
No = Soekarno
To = Soeharto
No = Susilo Bambang Yudhoyono

>>> “Apa Sudah Tahu Yang Dibawah Ini?” <<<

Berarti Indonesia hanya tinggal menunggu pemimpin berinisial “Go” dan “Ro“ untuk menjadi sebuah negara besar dan maju. Bila pemimpin Indonesia tidak memiliki inisial GO dan RO sebelum melewati fase NOTONOGORO tersebut, maka diyakini pemerintahan yang ditungganginya tidak akan tuntas dalam satu periode. Terbukti seperti yang pernah dialami oleh mantan-mantan presiden RI yaitu BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati. Mereka tidak tuntas dalam satu periode karena samasekali tidak memiliki inisial seperti yang telah diramalkan Jayabaya tersebut.

Bagaimana dengan Jokowi (Joko Widodo) atau (Herbertus Handoko Joko Widodo)?

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa Nama Joko Widodo sama sekali tidak memiliki inisial yang telah diramalkan Jayabaya tersebut. Acuan itu menjadi sebuah indikasi bahwa pemerintahan Jokowi tidak akan tuntas dalam satu periode seperti yang telah dialami oleh ke-3 presiden tadi.

Namun sebagai umat beragama, kita tidak boleh mempercayai ramalan begitu saja karena tidak bisa diketahui validitas dan tingkat kebenarannya.
Bilamana semua itu terjadi, itu hanya kebetulan saja. Kita hanya percaya pada Tuhan, karena Tuhan Maha Tahu.


Baca juga:

(Visited 29.481 times, 33 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *