Apa itu Hormon Cinta Oksitosin?

Pidipedia.com–Oksitosin sering disebut hormon cinta. Ketika sedang jatuh cinta hormon oksitosin di sekresikan, sehingga saat jatuh cinta perasaan yang timbul adalah perasaan bahagia. Dengan demikian kerja hormon oksitosin berlawanan dengan hormon adrenalin. Hormon adrenalin memicu stress sedangkan oksitosin meredam stress. Hormon ini terbukti dapat memicu berbagai efek fisik dan psikologis pada wanita dan pria.

Berikut adalah lima efek hormon cinta pada tubuh manusia:


1. Oksitosin meningkatkan interaksi sosial

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings National Academy of Sciences menunjukkan bahwa menghirup oksitosin dapat meningkatkan kemampuan orang autisme untuk berinteraksi dengan orang lain secara signifikan. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa kadar oksitosin alami pada mereka dengan autisme sangat rendah. Oksitosin juga bisa mengurangi ketakutan individu autistik kepada orang lain di sekitarnya, menurut para peneliti.


2. Oksitosin mempengaruhi emosi seseorang

Oksitosin merupakan respon dari emosi positif yang datang dan direspon oleh hipotalamus. Efek dari sekrsesi oksitosin akan menimbulkan perasaan senang, bahagia, tenang, dan damai. Dengan demikian, oksitosin mengurangi perasaan cemas yang timbul akibat stress yang dialami. Penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan Society for Neuroscience mengungkapkan bahwa tikus yang menunjukkan tanda-tanda kecemasan, stres dan depresi tampak lebih tenang setelah mereka disuntik dengan oksitosin. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa hormon ini bisa menghilangkan stres dan kecemasan.


3. Oksitosin memperkuat kenangan emosional

Sebuah studi yang dilakukan di PNAS tahun 2010 mendukung teori yang mengatakan bahwa oksitosin dapat memperkuat kenangan awal pria tentang ibu mereka. Sekelompok pria diberikan oksitosin dan diminta menulis kisah tentang ibu mereka. Pria yang memiliki hubungan percintaan relatif aman menulis kisah yang lebih menyentuh tentang ibunya. Sementara mereka dengan hubungan yang bermasalah menulis kisah yang acuh tentang ibunya. Dari hasil studi ini, hormon oksitosin dapat membantu pembentukan memori sosial yang dapat memperkuat asosiasi terhadap objek tertentu, entah itu bagus atau buruk.


4. Oksitosin mempercepat persalinan dan pengeluaran ASI

Oksitosin akan dilepaskan dalam jumlah besar selama persalinan untuk mengintensifkan kontraksi rahim, yang kemudian membuka leher rahim dan memungkinkan bayi untuk melewati jalan lahir sekaligus menjalin ikatan batin antara ibu dan anak. Dokter telah menggunakan oksitosin sintetik atau juga dikenal dengan nama Pitocin, untuk menginduksi atau mendorong persalinan sejak awal 1900-an. Terapi oksitosin dapat menolong ibu yang mengalami kontraksi otot uterus yang lambat.

Setelah bayi lahir, hormon itu akan terus merangsang kontraksi rahim yang dapat mencegah pendarahan. Selain berguna untuk persalinan, oksitosin juga akan dilepaskan ketika puting dirangsang selama menyusui, yang kemudian membantu proses pengeluaran air susu dari kelenjar susu (mamae gland).


5. Oksitosin meningkatkan libido

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat oksitosin dapat meningkat libido bercinta secara alami saat seseorang bergairah. Hormon ini juga berinteraksi secara langsung dengan sistem dopamin, yang terlibat dalam aktivitas bercinta. Efeknya dapat membantu meningkatkan kemampuan bercinta, menambah gairah dan rasa percaya diri. Para ilmuwan di Universitas California percaya temuan ini memberikan dukungan kuat bahwa oksitosin meningkatkan kinerja saat bercinta, dan berbeda dengan viagra, oksitosin juga menjadi ‘lem kimia’ dalam otak untuk mempererat hubungan antara suami dan istri.

Studi menyebut, pria yang mengendus hormon oksitosin dua kali sehari mengalami peningkatan kinerja cinta dan sosial, seperti dimuat dalamĀ Journal of Sexual Medicine.

Semprotan oksitosin memberi perubahan pada libido, dari “sangat lemah” menjadi “agak kuat”, dari “agak sulit” menjadi “agak mudah”. Semprotan hormon oksitosin juga disebut bermanfaat bagi perubahan emosional, meningkatkan rasa sayang dan kedekatan dengan pasangan serta lebih memahami dalam hubungan sosial.

Inilah lima efek hormon cinta pada tubuh manusia. Oksitosin dapat membuat Anda merasa bahagia, tenang dan damai. Hormon ini dilepaskan ketika Anda melakukan berbagai hal yang menyenangkan atau berada dekat dengan orang yang Anda cintai.


Baca juga:

(Visited 133 times, 1 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *