Bercinta Saat Hamil, Apakah Itu Aman?

Pidipedia.com – Sebagian ibu hamil mungkin merasa enggan melakukan hubungan intim di masa kehamilan, terutama di trimester pertama saat sering merasa mual dan lelah. Suami juga kadang merasa khawatir bercinta akan membahayakan bayi dalam kandungan. Pengalaman tiap-tiap ibu hamil saat melakukan hubungan ini berbeda-beda, mayoritas dari mereka mengaku justru lebih agresif dan menikmatinya saat sedang hamil. Pada dasarnya bercinta pada saat hamil tidak salah selama tidak ada masalah dalam kehamilan, asal dilakukan dengan tepat dan benar.

Annete Perez DelBoy, profesor klinis di Department of Obstetrics and Gynecology Columbia University Medical Center menyatakan jika kehamilan berkembang normal, hubungan intim pada masa kehamilan sama sekali tidak berbahaya bagi bayi. Bayi terlindungi dengan baik di dalam rahim. Cairan ketuban dan segel tebal berlendir yang mengunci serviks dapat melindungi bayi dari berbagai infeksi. Meskipun pada beberapa wanita mencapai puncak kenikmatan dapat menyebabkan kontraksi rahim, namun hal ini tidak akan mempengaruhi proses persalinan.


Waktu yang Tepat Untuk Bercinta

Waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim sewaktu hamil yaitu setelah trimester pertama hingga usia 7 bulan. Pada waktu ini, ibu hamil sudah relaks dan lebih enakan. Bercinta harus dilakukan dengan nyaman agar jangan sampai terjadi kontraksi yang dahsyat untuk menghindari pecah ketuban. Sedangkan pada usia kehamilan 7-9 bulan, frekuensi bercinta sebaiknya dikurangi sampai janin berusia 9 bulan. Pada trimester akhir biasanya ibu hamil menjadi cepat lelah, dan kondisi perut yang semakin membesar membuat ibu hamil sulit untuk melakukan aktivitas seperti biasanya.

Namun, tidak semua ibu hamil bisa melakukan hubungan intim dengan aman dan nyaman. Para ahli kandungan akan menyarankan untuk tidak bercinta selama kehamilan jika terjadi beberapa hal di bawah ini:

  • Sering mengalami kram perut
  • Kondisi medis tertentu yang menempatkan Anda pada risiko keguguran, atau mempunyai riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya.
  • Berisiko mengalami atau mempunyai riwayat persalinan prematur.
  • Mengalami plasenta previa. Kondisi di mana plasenta berada di atas atau di dekat leher rahim sehingga menutupi pembukaan serviks
  • Mengalami perdarahan miss-v. Biasanya terjadi pada kehamilan kembar
  • Mengalami infeksi tertentu.
  • Pecahnya membran amnion atau selaput ketuban.

Posisi Yang Aman

Mungkin banyak pasangan tidak nyaman karena perut wanita yang membesar sehingga sedikit menggangu, pilihan posisi saat berhubungan pun menjadi semakin terbatas. Posisi bercinta yang baik saat hamil, yaitu tidak menekan perut.

  • Posisi Missionary

Mintalah kepada suami untuk menahan tubuhnya dengan kedua tangan agar tidak menekan perut. Posisi ini aman dilakukan selama trimester pertama. Tapi di trimester kedua terutama trimester akhir sebaiknya jangan dilakukan karena dapat menyebabkan uterus menekan vena cava inferior, yaitu pembuluh darah terbesar yang mengembalikan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Hal ini akan mengurangi aliran darah di jantung dan berbahaya bagi ibu hamil.

  • Posisi woman-on-top

Ini dianggap sebagai posisi yang paling nyaman dikarenakan perut yang sedang membesar tidak terhalang apapun sehingga mengurangi tekanan di dinding rahim, wanita juga menjadi lebih bebas bergerak dan mengatur irama saat berhubungan.

  • Posisi spooning atau side-by-side

ibu hamil dan suami bisa saling berhadapan atau salah satu memeluk pasangannya dari belakang. Posisi ini disebut juga bisa makin menguatkan hubungan diantara suami-istri.

  • Posisi doggy style

Anda menungging bertopang di siku dan lutut. Penetrasi dilakukan dari belakang, sehingga tidak memberi  tekanan di perut.


Safety First

  • Jika Anda memiliki riwayat penyakit menular atau bahkan kemungkinan terpapar HIV, sebaiknya menggunakan kondom saat bercinta karena HIV dapat ditularkan pada bayi. Jika Anda atau suami menderita infeksi organ reproduksi minta bantuan dokter untuk menyembuhkan infeksi tersebut terlebih dahulu, karena dapat meningkatkan risiko infeksi pada Anda dan janin
  • Oralseks diperbolehkan tapi pastikan Anda melakukannya dalam keadaan yang sama-sama bersih. Meniup udara ke dalam miss-v saat melakukan oralseks tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan emboli (keadaan di mana pembuluh darah tersumbat oleh gelembung udara) yang bisa mengancam jiwa.
  • Analseks saat kehamilan juga tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan paparan bakteri pemicu infeksi. Bahkan, kebiasaan ini juga memicu wasir selama kehamilan.

Sebenarnya risiko bercinta saat hamil kembali pada masing-masing ibu hamil. Jika dirasa kandungan dan kesehatan sangat baik, tak masalah melakukan hubungan intim selama dibolehkan oleh dokter kandungan dan biarkan tubuh anda sendiri yang memberikan “sinyal” jika merasakan sesuatu yang tidak nyaman.


Baca Juga:

(Visited 208 times, 1 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *