Bulu Hidung Gondrong, Apa Boleh Dicabut?

Pidipedia.com-Pada dasarnya, bulu hidung berfungsi sebagai filter atau penyaring partikel-partikel kecil yang masuk ke dalam hidung. Partikel-partikel tersebut bisa berupa bakteri, debu, jamur atau spora yang bisa membahayakan bagi kesehatan.

Terus bagaimana bila bulu hidung tumbuh semakin panjang dan mengganggu penampilan kita?

Kebiasaan mencabut bulu hidung ternyata sering dilakukan oleh sebagian orang yang ingin menghilangkan gangguan bulu (rambut) tersebut. Mungkin tujuan utamanya yaitu demi menjaga penampilan.

Tapi tahukah kamu bahwa mencabut bulu hidung dapat berpotensi menimbulkan luka, bisul dan dapat menjadi sumber infeksi rongga hidung dan peradangan ke otak?

Menurut dr. Widi Asrining Puri, hal ini ditenggarai berbahaya, ada area di dalam hidung yang berhubungan langsung dengan menjalar ke otak. Berikut penjelasan selengkapnya:

bulu hidung

Daerah dari area jembatan hidung (nasal bridge) hingga sudut mulut dinamakan “segitiga kematian” atau “triangle of death” karena infeksi di tempat tersebut dapat langsung menjalar ke otak dan menyebabkan gumpalan di sinus kavernosus. Dengan alasan yang sama, kita sebaiknya menghindari segala bentuk intervensi yang melibatkan area segitiga tersebut, termasuk tindakan mencabut bulu hidung.

Secara terpisah, menurut dr. Ababil Azhari, menjelaskan bahwa setiap helai bulu hidung mengandung zat membran mukosa yang mampu mencegah bakteri dan juga virus masuk ke dalam tubuh. Jika Anda mencabut bulu hidung dan terdapat bekas luka maka dapat mengakibatkan terjangkit bakteri dan virus yang bisa menyebabkan infeksi pada hidung. Efek buruk yang dapat ditimbulkan oleh bekas luka tersebut adalah korban sakit kepala hingga sulit tidur. Jika tidak ditangani secara cepat maka bisa menyebabkan panyakit radang otak.

Bulu hidung sebaiknya dibiarkan tumbuh sesuai adanya, karena fungsinya sebagai filter bagi partikel-partikel kecil yang terhisap ke lubang hidung. Manfaat bulu hidung akan terasa saat kita berada di ruangan yang sangat berdebu.

Tubuh umumnya langsung merespons adanya partikel kecil yang terhisap hidung dengan cara bersin. Jika kita tidak memiliki bulu hidung, maka partikel tersebut akan masuk ke dalam saluran napas yang dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Solusinya

Untuk mengurangi atau menghilangkan kebiasaan mencabut bulu hidung. Sebagai jalan keluarnya Anda bisa memotong untuk merapikan bulu hidung. Dengan memotong ujung bulu hidung akan lebih aman dan tidak mengganggu kesehatan.

Baca juga:

5 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Usus

(Visited 255 times, 1 visits today)

Comments

comments

One Comment

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *