Gimana Jika Google, Youtube dan Medsos Resmi Diblokir Di Indonesia?

Like and Share

 

Pidipedia.com-Baru-baru ini netizen dihebohkan oleh berita penutupan akses Google dan Youtube di Indonesia. Ya, siapa yang tak kenal dengan kedua situs raksasa tersebut. Seperti yang kita ketahui, bahwa Google merupakan mesin pencari terbaik dalam urusan mencari berbagai macam informasi yang kita butuhkan. Selain itu, Youtube juga yang merupakan situs web berbagi video sangat membantu kita dalam berbagai macam urusan, seperti halnya sering dijadikan sebagai tutorial, panduan, hiburan dan lain sebagainya. Intinya, kedua situs web tersebut sangatlah penting untuk berbagai kebutuhan informasi di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini.

 

Tapi kenapa ya, kok kedua situs tersebut diminta untuk diblokir di Indonesia?

Ternyata tuntutan itu datang dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang mendesak pemerintah untuk memblokir akses ke Google dan Youtube. Alasannya bahwa kedua situs tersebut merupakan situs penyedia konten pornografi. Rekomendasi ini juga diperkuat dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi belakangan ini. Dimana hampir semua pelaku pornografi dan kejahatan seksual mengaku bahwa mereka mendapatkan rangsangan dan inspirasi negatif ini berasal dari tayangan porno yang bersumber dari Google dan YouTube.

Lalu apa tanggapan pemerintah mengenai tuntutan tersebut?

Sayangnya tuntutan itu tidak mendapat respon dari pemerintah, bahkan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informasi tak mungkin memblokir layanan mesin pencari Google dan YouTube di era keterbukaan informasi saat ini.

“Saya pikir tidak mungkin kami memblokir dua situs tersebut di era keterbukaan informasi. Itu juga dikatakan Prof Jimly (Asshiddiqie), Ketua ICMI, waktu saya hubungi kemarin,” ujar Rudiantara saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (8/6).

Sudah tak direspon, ICMI malah jadi korban jahil para Hacker!

 

Sudah jatuh, tertimpa tangga. Sudah tidak mendapat respon, ICMI malah menjadi korban jahil dari aksi peretas atau hacker yang kesal. Aksinya ini memang tidak mengubah banyak hal dalam situs ICMI sendiri, namun ada pesan yang disampaikan oleh hacker yang membobol ICMI. Peretas tersebut hanya ingin memprotes soal desakan mengenai pemblokiran dua situs ternama di dunia itu. Hacker sakti itu hanya menyampaikan satu pesan yang ditampilkan dan berbunyi

“Cuman security testing ringan. Dear bapak/ibu “Cendikiawan” ICMI, this is a friendly reminder. Improve your security first, baru ngomongin blokir Google. Anonymous – Kota Cantik.”

Untuk membuktikannya, silakan cari di Google dengan Keyword ICMI

icmi

Jika kamu mencari dengan keyword ‘ICMI’, maka tulisan yang membuat keterangan untuk situs tersebut malah berbunyi “Improve your security first, baru ngomongin blokir Google.” Mungkin ini adalah sebuah perwakilan dari ungkapan kekesalan masyarakat Indonesia yang tidak menyetujui usul dari pihak ICMI untuk memblokir Google dan YouTube.(jalantikus.com)

 

Selain itu, Media Sosial Juga Jadi Sasaran Pemblokiran Loh!

fb twitter

Selain Google dan YouTube, ICMI juga menyebutkan bahwa situs-situs lainnya yang menjadi pertimbangan untuk diblokir ialah Facebook, Twitter, dan media sosial lainnya. Alasannya, situs-situs media sosial seperti itu telah mendapatkan keuntungan yang besar dari Indonesia tanpa membayar pajak sepeser pun bagi pembangunan Indonesia. Tentu saja ini tidak adil bagi industri “e-commerce” dalam negeri yang dikenai pajak.

 

Lalu bagaimana menurut kamu?


Baca Juga yang ini!

 

 

Like and Share

(Visited 493 times, 1 visits today)

Silakan beri komentar anda!

tulis komentar . . .

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares