Hati-Hati Dengan Wanita yang Sedang “PMS”

Pidipedia.com-Kenapa perempuan setiap bulannya bisa menjadi orang lain? Tiba-tiba berubah moody, bawaannya marah melulu, nangis-nangis gak jelas, atau kalau diperhatikan badannya kelihatan sedikit melar?. Jawabannya singkat, yaitu “PMS”.

Menurut The American College of Obstetric and Gynecology, Premenstrual syndrome (PMS) adalah terjadinya gejala-gejala khusus yang cukup berat sehinga dapat menganggu aktifitas keseharian wanita dan muncul secara konsisten periodik dan selalu berkaitan dengan akan terjadinya menstruasi pada setiap bulan. Sebagian besar wanita, yaitu sekitar 80-95% akan mengalami PMS. PMS ini terjadi sekitar 5-11 hari sebelum menstruasi dan berakhir sekitar 4-7 hari setelah menstruasi.

Gejala-gejala yang terjadi pada wanita PMS merupakan kombinasi dari gejala-gejala fisik dan emosional. Gejala-gejala yang paling umum terjadi:

1. Mood Swing

Perasaan mudah marah, depresi, menangis, sensitivitas yang berlebihan, dan turun naiknya suasana hati dengan kesedihan dan marah yang silih berganti. Hal tersebut disebabkan hormon estrogen dan progesteron yang menurun drastis sesaat sebelum terjadinya menstruasi. Sistem repsroduksi terkait erat dengan susunan saraf pusat, termasuk otak. Oleh karena itu, perubahan hormonal yang mengatur sistem reproduksi juga akan berpengaruh pada kerja otak yang mengatur emosi dan mood.

2. Dismenore

Dismenore merupakan nyeri perut bagian bawah disebabkan karena rahim mengalami kontraksi yang dirangsang oleh prostaglandin, dapat menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang-timbul, sesaat sebelum atau selama menstruasi dan mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Pada beberapa kasus dapat disertai sakit kepala, mual, sembelit atau diare dan sering BAK. Nyeri dismenore dapat dikurangi dengan mengkonsumsi obat pengurang rasa sakit atau dengan olahraga, berendam, istirahat cukup dan relaksasi.

3. Mastalgia

Mastalgia adalah kondisi dimana payudara terasa berat dan rasa nyeri menjalar kebagian ketiak dan lengan, terjadi disekitar masa ovulasi (pelepasan ovum) yang terus berlanjut sampai masa menstruasi tiba.

4. Acne (jerawat)

Ketidakseimbangan hormon saat menstruasi memicu kerja kelenjar minyak bawah kulit, sebaceous, berproduksi lebih banyak minyak dan membesar. Kondisi ini menyebabkan percepatan matinya sel kulit dan terjadi penumpukan sel kulit mati, kemudian bercampur dengan minyak kulit dan menyumbat pori-pori.

5. Meningkatnya nafsun makan

Hal ini disebabkan fluktuasi hormon estrogen dan progesteron. Beberapa studi menemuka rata-rata perempuan mengalami kenaikan 1-3 kg berat badan akibat perubahan hormon ini. Peningkatan kadar hormon estrogen juga menyebabkan retensi cairan, tubuh mengurangi jumlah cairan yang dikeluarkannya sehingga jumlah total cairan di dalam tubuh bertambah dibandingkan normalnya.


Gejala PMS sangat bervariasi antara satu perempuan dengen perempuan lainnya. Tidak semua perempuan mengalami gejala-gejala tersebut ketika mereka menstruasi. Sebagai sebuah kondisi normal PMS tidak bisa dicegah tetapi gejala yang diderita dapat dikurangi dengan cara menjalani gaya hidup yang sehat, seperti aktif berolahraga, istirahat yang cukup, dan diet yang tepat.

“Jadi berhati-hatilah bila berhadapan dengan wanita yang sedang mengalami PMS, jangan sampai dia tersinggung yang bisa membuatnya marah bahkan menangis”.

(Fasya Lucky)


Baca juga:

(Visited 51 times, 4 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *