Ini Dia Penyebab Jatuhnya Korban Jemaah Haji Tiap Tahunnya

Kita sering mendengar kabar mengenai jatuhnya korban jiwa para jemaah pada saat sedang melaksanakan ibadah haji setiap tahunnya. Tentunya atas kejadian itu melahirkan pertanyaan-pertanyaan dalam benak kita, yaitu kenapa bisa terjadi demikian? Apa yang menyebabkan peristiwa tersebut terjadi? Ataupun pertanyaan-pertanyaan lainnya yang belum bisa terpecahkan.

Pada tahun ini, ratusan jiwa jemaah haji meninggal dalam musibah kecelakaan jatuhnya alat berat renovasi Masjidil Haram. Bukan hanya itu, 2 minggu kemudian jatuh lagi korban sebanyak 717 orang tewas (kompas) dalam tragedi Mina, pada saat prosesi lempar jumrah.

Pada saat melaksanakan Ibadah Haji, bukanlah hal asing bila kerap kali menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Hal itu terjadi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu karena jatuh sakit, kecapaian karena berdesak-desakan, suhu panas yang begitu ekstrim, kecelakaan hingga pembunuhan.

Berikut faktor-faktor yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa / luka :

1. Jatuh Sakit

Jemaah Haji jatuh sakit

(Jemaah Haji Sakit)

Biasanya terjadi pada jemaah usia senja/ tua. Kondisi tubuh yang lemah serta kegiatan yang begitu padat serta harus berdesak-desakan dengan jemaah lainnya, mengakibatkan kondisi kesehatan jemaah haji menurun (sakit), bahkan sampai meninggal dunia.


2. Berdesak-desakan

berdesak desakan

(Jemaah Haji Berdesak-desakan)

Kewajiban menunaikan haji dilakukan hanya sekali dalam setahun, maka dari itu jutaan Umat Islam se-Dunia pergi berbondong-bondong ke Tanah Arab untuk melaksanakannya. Maka tak heran bila setibanya disana, kita akan menjumpai jutaan manusia dengan tujuan yang sama dengan kita dan melakukan kegiatan yang sama dengan kita dalam satu tempat dan waktu yang bersamaan.

Yups.. Berdesak-desakanlah yang pastinya terjadi, baik saat melakukan Tawaf maupun lempar jumrah. Dengan kondisi seperti itu, tak sedikit jemaah haji yang jatuh dan terinjak-injak bahkan sampai meninggal.


3. Suhu Panas

suhu panas

(suhu panas)

Panasnya keadaan suhu didaerah gurun yang bisa mencapai 65°c, tak sedikit jemaah haji yang tidak bisa beradaptasi dengan baik, pada akhirnya jatuh sakit bahkan meninggal dunia. Hal itu bisa terjadi karena sebut saja faktor memaksakan diri, dimana tubuh dalam keadaan kurang fit dan kesempatan menunaikan haji yang jarang didapat, membuat tekad hati berusaha untuk menyelesaikan ibadah haji sesuai dengan rukunnya. Pada akhirnya jatuh sakit bahkan meninggal dunia.


4. Musibah / Kecelakaan

korban tower crame

(korban tertimpa alat berat)

Seperti yang terjadi pada tahun ini, kecelakaan terjadi akibat  jatuhnya crane atau alat berat di Masjidil Haram yang menyebabkan korban jiwa.

Bahkan masih banyak lagi kecelakaan-kecelakaan yang terjadi pada para jemaah sampai meninggal / luka, seperti kebakaran akibat pipa gas meledak, terperangkap diterowongan Mina, banjir Madinah dan lain-lain.


5. Pembunuhan

pembunuhan

Keamanan di Timur tengah memang belum bisa dikatakan kondusif, seperti sering terjadinya peperangan, pemberontakan ISIS, dan kekacauan lainnya yang terjadi di Timur tengah. tak menutup kemungkinan kejahatan merabah masuk ke area suci umat muslim tersebut, sehingga tidak sedikit jemaah haji menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh orang atau sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.


Berikut ini merupakan daftar korban jemaah haji yang tercatat sepanjang sejarah:

  • Desember 1975: 200 jamaah tewas di dekat kota Makkah setelah sebuah pipa gas meledak dan membakar sepuluh tenda.
  • 4 Desember 1979: 153 jamaah tewas dan 560 lainnya terluka setelah petugas keamanan Arab Saudi yang dibantu tentara Perancis mencoba membebaskan Masjidil Haram yang disandera sekelompok militan selama dua minggu.
  • 31 Juli 1987: 402 jamaah tewas, 275 di antaranya dari Iran, setelah ribuan jamaah Iran yang melakukan demonstrasi mendapat perlawanan fisik dari keamanan Arab Saudi. Akibat dari insiden itu Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, yang akhirnya tidak mengirimkan jamaahnya ke Makkah hingga tahun 1991.
  • 10 Juli 1989: satu jamaah tewas dan 16 terluka akibat penembakan di dalam Masjidil Haram. Akibatnya 16 orang Kuwait yang melakukan penyerangan dihukum tembak mati.
  • 15 Juli 1989: lima jamaah asal Pakistan tewas dan 34 lainnya terluka akibat insiden penembakan oleh sekelompok orang bersenjata di perumahan mereka di Makkah.
  • 2 Juli 1990: 1.426 jamaah tewas, kebanyakan dari Asia, akibat terperangkap di dalam terowongan Mina.
  • 24 Mei 1994: 270 jamaah tewas akibat saling dorong dan injak di Mina.
  • 7 Mei 1995: tiga jamaah tewas akibat kebakaran di Mina.
  • 15 April 1997: 343 jamaah tewas dan 1.500 lainnya terluka karena kehabisan napas karena terjebak di dalam kebakaran tenda di Mina.
  • 9 April 1998: 118 jamaah tewas karena berdesak–desakkan saat pelaksanaan lontar jumroh.
  • 5 Maret 2001: 35 jamaah tewas serta puluhan lainnya luka – luka karena berdesak – desakan di Jammarat.
  • 11 Februari 2003: 14 jamaah tewas di Jumrotul Mina – enam di antaranya wanita.
  • 1 Februari 2004: Sebanyak 251 jamaah tewas selama pelaksanaan lontar jumrah.
  • 23 Januari 2005: 29 jamaah tewas akibat banjir terburuk dalam 20 tahun terakhir di Madinah.
  • 5 Januari 2006: Sebanyak 76 tewas akibat runtuhnya sebuah penginapan al-Rayahin di jalan Gaza, sekitar 200 meter sebelah barat Masjidil Haram.
  • 12 Jan 2006: Sedikitnya 345 jamaah tewas di Jammarat selama pelaksanaan lontar jumrah. Insiden ini terjadi pada pukul 15.30 waktu setempat usai salat Zuhur, setelah jutaan jamaah saling berdesak–desakkan di pintu masuk sebelah utara lantai dua Jammarat. (wikipedia)

“Walaupun Allah SWT menjanjikan Sahid (masuk surga) bagi umatnya yang sedang melakukan suatu Ibadah / menegakkan Agamanya, tetapi jangan sekali-kali mengharapkan hal itu terjadi pada diri kita. Karena itu juga merupakan hal yang tidak baik, tentunya Allah tidak meridhoinya (Wallohualam)”.


Baca juga:

(Visited 79 times, 1 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *