Inilah Keputusan MENPAN Tentang Batalnya Pengangkatan Honorer K2

Pidipedia.com-Batalnya pengangkatan Honorer K2 menjadi CPNS yang dibatalkan oleh MENPAN, sungguh sangat mengagetkan. Padahal sebelumnya, MENPAN telah menjanjikan pada seluruh tenaga honorer bahwa akan diangkat menjadi CPNS sebanyak 440 ribu orang secara bertahap dalam 4 tahun mendatang yakni 2016 hingga 2019.

Bukan hanya CPNS honorer K2, melainkan juga CPNS untuk pelamar umum yang menjadi keputusan kontroversi MENPAN. Padahal sebelumnya, pelamar umum akan dilakukan perekrutan sebanyak 120.000 orang. Ternyata hal itu mangalami perubahan karena kebijakan moratorium.

Sebagaimana yang sudah-sudah, bahwa yang boleh melakukan perekrutan CPNS hanya daerah-daerah tertentu yang anggaran belanja pegawainya masih memadai dan tidak semua daerah bisa melakukan perekrutan. Bahkan, lebih banyak daerah yang tidak bisa melakukan penerimaan CPNS jika kebijakan moratorium itu diberlakukan.

Pada waktu sekarang, keputusan Menpan yang akan membuka banyak peluang untuk CPNS di tahun 2016 hanyalah harapan belaka. Dimana informasi itu sempat membuat para calon pelamar CPNS gembira ria. Khususnya, tenaga Honorer K2 yang dijanjikan akan diangkat menjadi CPNS mulai tahun 2016.

Berikut adalah Keputusan MENPAN Tebaru Tentang Batalnya Pengangkatan CPNS yang dimuat pada JPNN, tanggal 2 November 2015.


“Anggaran pengangkatan honorer K2 tidak ada. Karena beban negara sangat besar, apalagi harus membayar gaji PNS yang 4,5 juta orang,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi, Senin (2/11).


“Tahun 2016 tetap diberlakukan moratorium CPNS, baik dari honorer K2 maupun pelamar umum,” kata Menteri Yuddy kepada pers di Jakarta, Senin (2/11).

Dengan begitu, apa yang harus dilakukan agar pemerintah membuka matanya dan melihat jika honorer itu pantas untuk dihargai? Silahkan berikan komentarnya!

(Visited 295 times, 1 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *