Inilah Lima Ilmuan Dunia yang Matinya Karena Bunuh Diri

Pidipedia-Kematian memang tak ada yang mengetahuinya, karena itu sudah menjadi rahasia dan kehendak dari Alloh SWT. Namun, kematian itu ada yang sifatnya wajar ada pula yang tak wajar, misalnya dengan melakukan bunuh diri. Hal ini sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, jika lima ilmuan di bawah ini matinya karena bunuh diri.

1. Edwin Armstrong

edwin

Edwin Armstrong merupakan insinyur listrik dari Amerika Serikat. Armstrong lahir pada tanggal 18 Desember 1890. Dirinya telah berhasil menemukan radio FM dan untuk pertama kalinya, Armstrong memulai untuk menggagas radio FM itu ketika berada di universitas dan mematenkan gagasannya tersebut pada tahun 1914.

Namun, tak sedikit pihak yang menghalangi gagasannya tersebut. Misalanya saja adalah Radio Corporation of America, yang berpikir jika gagasan yang dimlikinya akan menghancurkan radio AM dan bisa menghentikan kemajuannya.

Dari situ Armstrong pun merasa putus asa, frustasi, dan beranggapan jika radio FM tak akan pernah berhasil, dan kemudian Armstrong pun melompat dari ketinggian lantai 13 apartemennya pada tahun 1954.

2. Nicolas Leblanc

Nicolas

Nicolas Leblanc adalah seorang ahli kimia dan ahli bedah. Nicolas berkebangsaan Prancis yang terkenal, karena dirinya telah menjadi orang yang pertama kali memproduksi soda dari garam biasa.

Nicolas lahir pada tahun 1742, dan mulai mengembangkan minatnya di bidang kedokteran itu ketika usianya masih muda. Nicolas pun mendaftarkan diri ke College of Surgeons Paris di 1759. Dan pada tahun 1780, Nicolas menjadi dokter rumah tangga dari Louis Philip II, Duke of Orleans.

Pada 1791, Nicolas telahberhasil membuat natrium karbonat dengan menggunakan garam dan asam sulfat. Berkat penemuannya tersebut, pabrik bisa memproduksi sekitar 320 ton abu soda dalam setahun. Dua tahun setelah penyerahan hadiah, pemerintah revolusioner Perancis membatalkan hadiah yang diterima Leblanc.

Kemudian, pada tahun 1802 Napoleon memberikan pabrik (tetapi bukan hadiah uang) terhadap Nicolas. Namun dirinya sudah terlanjur kecewa dan tak mampu menjalankan pabrik. Pada akhirnya tahun 1806, Nicolas mati karena bunuh diri.

3. George Eastman

george

Pada 1854, George Eastman lahir di Waterville, New York. Geroge menemukan roll film yang mampu membantu mengangkat derajat dunia fotografi dan memudahkan dalam pembuatan film. Geoge mulai tertarik pada fotografi pada tahun 1874, namun dirinya merasa frustrasi dengan lapisan piring kaca emulsi cair yang harus digunakan sebelum dikeringkan.

Kemudian pada tahun 1884, George mematenkan media fotografi yang menggantikan pelat kaca rapuh dengan emulsi-foto yang dilapisi gulungan kertas. Penemuan roll film sangat mempercepat proses rekaman beberapa gambar.

Tanggal 4 September 1888, George mendaftarkan merk dagangnya yaitu ‘Kodak’. Dan pada tahun 1932, Gerge pun bunuh diri dengan meninggalkan sebuah catatan yang berbunyi: “Pekerjaanku sudah selesai. Mengapa menunggu?”

4. Ludwig Boltzmann

ludwig

Ludwig Eduard Boltzmann merupakan seorang fisikawan Austria yang terkenal di bidang mekanika statistik dan termodinamika statistik. Ia pun salah satu pendukung utama teori atom. Ia lahir di Wina, 20 Februari 1844, Boltzmann kuliah di University of Vienna, dan mendapatkan gelar Ph.D pada usia 22.

Tiga tahun kemudian ia menjadi profesor matematika-fisika di Universitas Graz. Impiannya untuk menjadi profesor fisika teoritis tercapai pada tahun 1893 di Universitas Wina. Ia berhasil menggeser mentor lamanya, Joseph Stefan. Akan tetapi, di balik semua kesuksesannya, Boltzmann menderita gangguan bipolar. Sebuah derita yang kemudian menyebabkannya bunuh diri. Ia bunuh diri saat berlibur bersama keluarganya.

5. Valeri Legasov

valeri

Valeri Alekseevich Legasov merupakan seorang ilmuwan Soviet terkemuka di bidang kimia anorganik dan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Uni Soviet. Diriny juga ketua komite penyelidikan bencana Chernobyl pada 26 April 1986. Setelah bencana Chernobyl, Legasov menjadi anggota kunci dari komisi pemerintah yang dibentuk untuk menyelidiki penyebab bencana dan untuk merencanakan likuidasi akibatnya.

Pada bulan Agustus 1986, ia menyajikan laporan dari delegasi Soviet pada pertemuan khusus Badan Energi Atom Internasional di Wina. Laporannya memukul rekan Barat dengan kedalaman analisis dan kejujuran penuh dalam membahas konsekuensi dari tragedi itu.Sikap tegas dan terbuka yang ditunjukkan Legasov, walau bagaimanapun, kemudian menyebabkannya harus menghadapi banyak masalah.

Salah satunya, pemerintah Soviet sangat tidak nyaman dengan keterusterangan dan kekakuan prinsipnya. Akibatnya, dalam kurun waktu 1986-1987 namanya dua kali gagal masuk ke dalam daftar orang-orang yang akan dianugerahi gelar Pahlawan Buruh Sosialis.

Bahkan, Gorbachev sendiri yang mencoret namanya. Setelah terkena radiasi di tanah Chernobyl, kesehatan Legasov mulai memburuk. Ia juga mengalami depresi berat. Karena itulah, ia memutuskan bunuh diri pada 27 April 1988.

Pada tanggal 20 September 1996, Presiden Rusia Boris Yeltsin, menganugerahi Legasov gelar kehormatan Pahlawan Federasi Rusia (anumerta) untuk keberanian dan kepahlawanann yang ditampilkan selama proses likuidasi dari efek bencana Chernobyl.


Baca Juga!

KONYOL, 9 PENEMUAN LUAR BIASA YANG DIDAPAT DARI MIMPI

(Visited 152 times, 1 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *