Kontroversi di Balik Prestasi John Lennon, Sang Vokalis The Beatles

“Hey jude, dont make it bad. Take a sad song and make it better. Remember to let her into your heart. Then you can start to make it better”


Pidipedia.com-Kata-kata diatas merupakan salah satu penggalan lirik lagu Hey jude milik The Beatles. Kelompok pemusik Inggris beraliran rock ini dibentuk di Liverpool pada tahun 1960, seringkali dianggap sebagai pemusik tersukses secara komersial dan paling banyak mendapat pujian dalam musik populer. Sejak tahun 1962, kelompok ini terdiri dari John Lennon (gitar ritem, vokal), Paul McCartney (gitar bass, vokal), George Harrison (gitar utama, vokal), Ringo Starr (drum, vokal). Bermula dari aliran skiffle dan rock and roll 1950-an, kelompok ini memainkan musik dalam berbagai genre mulai dari folk rock sampai rock psikedelik, mereka juga memasukkan unsur musik klasik dan elemen lain dengan cara inovatif. The Beatles dipandang sebagai perwujudan ide-ide progresif, berpengaruh terhadap revolusi sosial budaya dekade 60-an.

Berbicara The Beatles tentunya tidak dapat dilepaskan dari sosok John Lennon sang vokalis. John Winston Ono Lennon lahir di Liverpool, Inggris 9 Oktober 1940, dan menjadi salah satu pencetus band The Beatles yang melegenda. Lennon dua kali menikah, yaitu dengan Cynthia Powell pada tahun 1962 dan seniman Jepang, Yoko Ono pada tahun 1969. Ia memiliki dua orang anak, Julian Lennon (lahir tahun 1963) dan Sean Taro Ono Lennon (lahir tahun 1975) .

Selain menjadi seorang legenda di dunia musik, John Lennon juga merupakan sosok yang kontroversi hingga banyak orang yang pro maupun kontra terhadap dirinya. Mulai dari pemikirannya untuk membuat “negara utpia” di mana orang bisa hidup bebas tanpa ada aturan dan setiap orang adalah negara sendiri. Lennon menunjukkan sifatnya yang pemberontak dan selera humornya yang sinis dalam film-film seperti A Hard Day’s Night (1964), buku-buku yang ditulisnya seperti In His Own Write, konferensi pers dan wawancara. Ia menggunakan kepopulerannya untuk kegiatannya sebagai aktivis perdamaian, seniman dan penulis.

Perihal Life-style, Lennon begitu ugal-ugalan, dia adalah pecandu narkotika. Selain itu, dalam sebuah wawancara beberapa bulan sebelum The Beatles bubar, jurnalis majalah Rolling Stone, Jane Wenner mengutip John Lennon yang mengungkapkan bahwa The Beatles pernah menyewa pelacur saat mereka tidak mendapatkan seks dari para groupies (fans perempuan). Selain itu, pada masa cek – cok dengan Yoko Ono, John tinggal serumah dengan May Pang. Setelah masa cek – cok, ia kembali dengan Yoko Ono. Setelah kembali dengan Yoko, dan Sean lahir, John Lennon sempat berhenti dari urusan music untuk merawat anaknya.

Puncak dari sikap kontroversial Lennon terjadi pada tahun 1966.  John Lennon mengajukan pembelaan terhadap pernyataannya sendiri, bahwa the Beatles ‘lebih populer daripada Yesus. Pernyataan John Lennon tersebut telah memicu kemarahan umat Kristiani, yang kemudian menghimbau penggemar untuk membakar album rekaman the Beatles sebagai bentuk protes. Orang-orang mengutuk mereka, membakar rekaman mereka, dan boikot atas dirinya dan The Beatles terjadi dimana-mana. Brian Epstein, manajer the Beatles, menggagas jumpa pers dan menyuruh Lennon minta maaf kepada publik karena ia khawatir mengenai kelancaran konser the Beatles di Amerika akibat pernyataan kontroversial John Lennon. The Beatles tetap melanjutkan tur mereka di Amerika, dan meraih sukses besar, namun kontroversi dan kesulitan yang muncul akibat pernyataan itu menjadi faktor besar yang membuat mereka akhirnya memutuskan bahwa itu adalah konser terakhir mereka di AS sebagai the Beatles. Entah hanya penyataan polosnya atau sebuah kritikan, yang jelas pernyataannya itu adalah kontroversi yang sangat “sukses”.

Protes terhadap the Beatles di AS
Protes terhadap the Beatles di AS

Tanggal 8 Desember 1980, John Lennon meninggal setelah ditembak empat kali di depan apartemennya oleh penggemarnya yang bernama Mark David Chapman.  Saat itu John Lennon hendak menengok anaknya yang baru berusia 5 tahun. Lennon diumumkan meninggal di St. Luke’s – Roosevelt Hospital Center, dimana telah dinyatakan bahwa tak seorang pun yang dapat hidup lebih lama setelah mengalami peristiwa itu.

Meskipun telah pergi sejak 30-an tahun silam. Nama Lennon dan Beatles masih tetap dikenang, terlepas dari karyanya yang gemilang maupun kontroversi yang senantiasa mereka ciptakan. Sejarah telah membuktikan bahwa manusia-manusia kontroversial lebih melegenda dibanding yang lainnya. Dengan kontroversi, seseorang jadi tampil beda, mudah diingat, maka susah pula untuk dilupakan.


Baca Juga:

(Visited 588 times, 4 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *