Menurut Ramalan Joyoboyo, Masa Jabatan Jokowi Paling Lama Sampai 2016!

Pidipedia.com-Pada pemilihan presiden tahun 2014 lalu, dimana kandidat capres hanya diikuti oleh 2 pasangan capres-cawapres, yaitu pasangan Prabowo Subianto yang didampingi oleh M. Hatta Rajasa, serta pasangan Joko Widodo yang didampingi Muhammad Jusuf Kalla.

Dari kedua kandidat Calon Presiden itu cukup menarik perhatian masyarakat, bahkan pendukung dari kedua pasangan tersebut dikenal sering perang adu pendapat di jejaring sosial, bahkan tidak jarang mereka untuk saling serang dan menjatuhkan saingan capres idolanya. Hingga akhirnya pasangan Jokowi yang keluar jadi pemenang, itu pun dengan jumlah suara beda tipis.

Namun menurut ‘Ramalan Joyoboyo’, (Ramalan Joyoboyo/Jayabaya atau sering juga disebut Jangka Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang ditulis oleh Jayabaya dari raja Kerajaan Kediri. Sederet ramalan Jayabaya ditulis pada kitab Musasar yang digubah oleh Sunan Giri Prapen). Kedua capres tersebut, Baik Joko Widodo ataupun Prabowo Subianto belum direstui Tuhan untuk memimpin negeri ini, karena tidak termasuk dalam daftar ‘Mitos Ramalan Notonegoro’.

Lalu bagaimana dengan ramalan Joyoboyo/ Jongko Joyoboyo?

Permadi SH, ialah seorang yang sering dimintai pendapat untuk menafsirkan ramalan joyoboyo, menurutnya masa jabatan Presiden Joko Widodo paling lama sampai tahun 2016. Hal itu bukan tanpa sebab, menurut Permadi sebelum Jokowi jatuh akan ada goro-goro lebih besar dari tahun 1965.

Lalu bagaimana ramalannya bila seandainya kursi Presiden pada saat ini di duduki oleh Prabowo Subianto?

Kepada Laurel Benny Sharon Silalahi dan Arbi Sumandoyo dari merdeka, Permadi mengatakan jika Prabowo belum mendapat restu menjadi presiden. Apalagi jika dia maju dalam Pemilihan Presiden 2019 nanti, Prabowo diyakini juga bakal kalah.

Peluang Prabowo menjadi presiden hanya pada 2016, dimana setelah Jokowi lengser oleh rakyat, bekas Danjen Kopassus itu bisa duduk sebagai presiden.

“Tidak akan bisa, tidak bisa Prabowo menang, Tuhan tidak menghendaki itu,” kata Permadi saat berbincang di kediamannya, Jumat pekan lalu.

Ada yang menyebut Prabowo dan Jokowi itu titisan Soekarno?

Prabowo dan Jokowi kita hitung, seharusnya Prabowo menang, karena Prabowo lebih terkenal terlebih dahulu juga banyak yang suka dan banyak yang membenci Prabowo. Apalagi Amerika pada saat itu Prabowo harus kalah, karena dia dituding pelanggar HAM. China juga mengatakan prabowo harus kalah karena dituding dalang pembunuhan orang China 98. Nah itu sebenarnya kalau mau jujur Prabowo itu menang tipis tapi di balik angkanya sedemikian rupa. Apa yang diproteskan oleh Prabowo tidak ada yang menang.

Bagaimana Jokowi bisa menang padahal belum banyak dikenal, orang Ambon, Papua, Sulawesi, belum tahu Jokowi. Bagaimana bisa?

Saya merasa ada kecurangan yang disponsori oleh China dan Amerika. Karena China dan Amerika itu sekarang ini rebutan rizki di Indonesia, mereka bagi dua. China bagian timur, Amerika bagian barat perdagangan kita sekarang ini betul-betul dikuasai China dan Amerika. Kembali neolib berkuasa, nah kalau neolib berkuasa arwah tanah leluhur termasuk Bung Karno tidak mengikhlaskan mendorong rakyat untuk berontak karena Bung Karno mengatakan revolusi belum selesai.

Kalau misalkan pemilihan presiden kemarin Prabowo yang menang, ramalan anda seperti apa?

Tidak akan bisa, tidak bisa Prabowo menang, Tuhan tidak menghendaki itu. kalau Prabowo menang masih akan lama Indonesia rusak porak porandanya, karena dia punya ketegasan. Oleh karena itu harus dipimpin oleh orang yang memble, yang gak ngerti apa-apa, yang kalau membuat keputusan belum dijalankan sudah dicabut.

Bagaimana dengan kepercayaan bahwa pemimpin Indonesia harus dari orang Jawa?

Saya sebenarnya menyatakan kalau toh presiden itu orang jawa, itu bisa dimengerti karena orang jawa itu tinggal di pulau dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Tetapi kalau kita pikir Pak Harto, Bung Karno itu benar. Tetapi Pak Habibie sendiri bukan orang Jawa, beliau orang Sulawesi. Jadi sulit yah mengatakan apakah Bung Karno itu orang Jawa Asli, Pak Harto juga tidak menyebut nama ayahnya. Kalau lihat kulitnya kuning cakep, Pak Harto itu bukan orang desa.

Jadi ramalan Notonegoro itu menurut bapak seperti apa?

Notonegoro itu bukan ramalan Jongko Joyoboyo. Itu ramalan Profesor Doktor, guru besar di Yogyakarta. Dia mengatakan lihat saja nanti presiden di Indonesia itu mengikuti nama saya Notonegoro. Itu akal-akalan profesor saja. Joyoboyo akan mengatakan satrio piningit.

Apakah satria piningit ini masih masuk keturunan raja Majapahit?

Memang ada kaitannya, dan inilah saat kebangkitan kerajaan Majapahit, Majapahit kan jatuh di tangan Brawijaya Pamungkas, lalu dijatuhkan oleh anaknya setelah itu Brawijaya bersumpah memang saat ini jatuhnya Majapahit tetapi ingat sekian ratusan tahun yang akan datang akan saya tagih kembali. Nah pada saat Majapahit jatuh akhirnya itu sirno ilang lentani bumi, hilang lah kesejahteraan dan kemakmuran di Nusantara. Nah sekarang ini tidak hanya sirno ilang lertani bumi hilang lah angkara murka kemudian akan muncul kejayaan bumi kembali, kembalilah kejayaan Majapahit .

Jadi memang satria piningit keturunan Majapahit?

Betul, tapikan sudah ribuan tahun bisa jadi orang Batak, Makassar, bisa juga di luar Jawa.

Bagaimana jika Prabowo maju 2019 apakah akan menang?

Saya menyatakan pada Prabowo, kalau kamu maju lagi 2019 habis kamu. Tak ada kesisa. Kamu tunggu saja Jokowi jatuh paling lama tahun 2016, kalau berani kamu lakukan revolusi sekarang, kalau gak tidak ada lagi nama kamu.

Menurut anda Prabowo bisa maju mengambil alih kursi kepresidenan tahun 2016?

Terserah dia berani atau tidak? Tinggal nunggu berjuangnya saja. Kalau tidak akan terlambat, buat apa nunggu pemilu akan datang.

Anda mengatakan bahwa anda penyambung lidah Bung Karno, bisa dijelaskan?

Kalau itu saya sadar, saya sangat bangga dibilang penyambung lidah Bung Karno. Mengapa? Bung Karno bagi saya adalah manusia dewa pikirannya tak bisa dicerna cemerlang sekali 100 tahun baru bisa dijangkau. Dia menjonkokan merdekakan tahun 45. Dari tahun 20 dia sudah mengatakan, kalau kita dijajah Jepang nanti kita pasti merdeka. Dia menjalankan trisakti itu benar semua, Pancasila itu benar semua, undang-undang dasar itu benar semua.

Ketika dia dijatuhkan Pak Harto, di mana-mana terjadi Desoekarnoisasi. Kalau ada orang yang memasang gambar Pak Karno ditangkap dipenjara. Saya tidak takut, malah memasang gambar banyak foto Bung Karno di rumah saya dan ketika Bung Karno meninggal pada saat gawat-gawatnya 1970 saya menyatakan saya penyambung lidah Bung Karno, saya bangga dengan itu. Itu saya sumpah di makam Bung Karno.

Resikonya tidak kecil saat saya mengatakan itu. Pada saat itu Pak Harto memburu saya, tahun 70-an saya dikejar-kejar saya dipenjara saya ditangkap polisi belasan kali. Dipenjara satu kali, dihukum mati dalam BAP dua kali. Itu pada saat peristiwa 27 Juli dan pada saat peristiwa Semanggi. Saya ketangkep di lapangan, saya di BAP polisi hukuman mati, tapi saya lolos yang menyelamatkan saya Pak Harto, Pak Harto sayang sama saya, sekalipun dia tahu saya penyambung lidah Bung Karno.

Ketika saya tahu saya mau dihukum mati Pak Harto panggil Pak Benny Moerdani, Permadi dalam kesulitan kamu urus. Benny yang mengambil BAP di kantor polisi. Ketika saya dihukum di Yogya Pak Benny memasukkan 11 militer melindungi saya karena saya mau dibunuh, dan itu bukti. Nah pada waktu saya di Gerindra, Prabowo berpidato kepada kader Gerindra semua, dia bilang saya pernah mendapat perintah membunuh Permadi, tapi saya hormat sama dia karena dia tidak melakukannya, karena yang memerintah bukan Pak Harto, waktu itu yang memerintah Pangab.

Bung Karno pernah berkata “kutitipkan negeri ini”. Lalu ada yang memahaminya bahwa Bung Karno akan balik lagi. Apakah anda percaya?

Bukan. Bukan itu, itukan hanya menjadi pendamping. Bung Karno menurut keyakinan saya tidak meninggal tapi mukso, seperti yesus kristus, di salib mati, tiga hari hidup lagi. Karena itu banyak orang yang melihat Bung Karno di Bogor, di Blitar di pantai selatan yah bisa saja, penglihatan beda-beda. Kalau saya ikut yakin Bung Karno tidak mati.

Bagaimana anda melihat UUD 45 yang anda percayai sudah dibuat oleh Bung Karno diubah oleh Megawati?

Bung karno adalah arsitek undang-undang dasar. Banyak sekali masterpiece buatan Bung Karno, dan kalau kita lihat sebenarnya undang-undang dasar itu mencerminkan Indonesia sebagai negara kerajaan. Raja yang harus berkuasa karena itu presiden sangat berkuasa menjadi mandataris MPR. itu bisa menjadikan dia diktator tapi Bung Karno tidak mau seperti itu. Rakyat yang dipentingkan.

Kemudian diamandemenkan, saya anggota MPR waktu itu. Saya menolak, sekalipun Megawati tidak terima, Permadi menolak catatan amandemen undang-undang. Karena menurut saya itu ada pengkhianatan terhadap undang-undang dasar yang asli, terhadap Pancasila yang asli, termasuk SBY saya beritahu anda mengkhianati Pancasila sehingga iya tidak mau bergaul dengan saya.

Bayangkan sila ke-4, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Jadi kalau mau memutuskan yang penting harus melalui permusyawaratan perwakilan itu penting, pemilihan presiden pemilihan kepala daerah itu harus permusyawaratan perwakilan tidak boleh langsung itu pengkhianatan dalam Pancasila.

Jadi Bung Karno itu ada sejarahnya mengapa dia merumuskan pancasila, pada waktu itu rakyat Indonesia sekitar 100 juta di 17.000 pulau masih telanjang, masih nomaden tidak ada televisi tidak ada BH, jadi bagaimana mereka bisa kenal siapa Bung Hatta, siapa Syahrir, oleh karena itu harus ada perwakilan, perwakilannya kan ada di antara mereka yang sekolah sarjana itulah yang diangkat sebagai DPR MPR, itu permusyawaratan perwakilan jadi tidak ada pemilah langsung. Nah alasan zaman SBY waktu itu DPR bisa disuap, jadi ini harus kembali ke UUD 45. makanya itu saya itu keluar dari PDI.

(Sumber: trend.co.id)

Itulah hasil penerawangan Permadi SH tentang ramalan Joyoboyo. Bagaimana menurut Anda? Percayakah?


Baca Juga:

(Visited 28.214 times, 140 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *