Misteri “PNS Misterius” Yang Merugikan Negara Hingga 1,37 Triliun

Like and Share

Pidipedia.com-Setelah pemerintah melalui BKN melakukan pendataan ulang terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang merupakan kegiatan pemutakhiran data sebanyak 4,5 juta PNS yang dilakukan secara online melalui aplikasi e-PUPNS, dimana kegiatan tersebut dilaksanakan sejak bulan Juli dan berakhir pada Desember 2015 lau.

Berdasarkan hasil pendataan tersebut, ternyata BKN menemukan banyak kejanggalan yang terjadi pada puluhan ribu PNS se Indonesia. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala BKN Bima Haria Wibisana, ia menyebutkan bahwa institusinya menemukan 57 ribu pegawai negeri sipil (PNS) yang statusnya tidak jelas. Keberadaan mereka ini masih misterius, belum diketahui apakah orangnya ada atau tidak. Hingga status PNS tersebut dinyatakan sebagai “PNS Misterius”.

Namun pada awalnya terdeteksi 93 ribu PNS yang tak aktif. Tapi setelah disisir lagi, ternyata sebagian sudah pensiun tapi datanya masih ada. Hal itu disebabkan karena mereka pensiun atas permintaan sendiri, hingga tidak tercatat di BKN.

“Data itu kami bersihkan, jika pensiun secara normal, pensiunnya terdaftar di BKN” Tutur Bima (Detik.com).

Hingga saat ini, BKN masih terus berupaya untuk mencari tahu keberadaan 57 ribu PNS Misterius tersebut. Apakah mereka telah pensiun dini, sakit, atau alasan lainnya. Jika akhirnya BKN menemukan bahwa orang itu tidak ada, maka BKN akan langsung menghapusnya dari database.

kini BKN sudah memblokir data 57 ribu PNS misterius ini, tapi belum dihapus namun gajinya untuk sementara dibekukan. Hal ini dilakukan semacam indikator, dimana jika saat ini ketahuan ada PNS yang protes karena gajinya tidak keluar, maka berarti orangnya ada. Begitupula sebaliknya, jika tidak ada yang protes, berarti bisa dikatakan bahwa PNS itu tidak ada.

“Kami perlu hati-hati, takutnya orangnya ada, terus kita pensiunkan, kan kasihan,” ujar Bima.

Perlu diketahui, bahwa keberadaan PNS Misterius tersebut telah merugikan negara dengan menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Bila rata-rata gaji dari 57ribu PNS berkisar antara Rp2 juta hingga Rp5 juta, maka Negara akan mengalami kerugian sebesar Rp.114 Milyar per-bulan, dan dalam setahun negara rugi sebesar Rp.1,37 Triliun. Wow!!!


Baca Juga:

Like and Share

(Visited 460 times, 1 visits today)

Silakan beri komentar anda!

tulis komentar . . .

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares