Mulai Tahun Depan, Bela Negara Masuk dalam Kurikulum Sekolah

Pidipedia.Com-Mulai tahun depan, program bela Negara akan termasuk dalam kurikulum di sekolah. Rencananya, program itu akan diajarkan sejak usia Taman Kanak-Kanak (TK) hingga dewasa. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Ryamizard Ryacudu, selaku Menteri Pertahanan (Menhan) seperti dilansir dari BeritaSatu:


“Mulai tahun depan sudah masuk kurikulum. Ini untuk melahirkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap bangsa,”  kata Ryamizard dalam silahturami dengan Forum Pemred di kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Kamis (10/12) malam.


Ryacudu didampingi oleh Sekjen Kemhan, Ediwan Prabowo, dan para pejabat pada lingkungan Kemhan. Sementara itu dari Forum Pemred, hadir Suryapratomo (Ketua), Budiman Tanurejo (Kompas), Primus Dorimulu (Suara Pembaruan/Investor Daily), dan sejumlah pemred lainnya.

Menurutnya, program bela negara sudah dikoordinasikan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), serta Menteri Agama. Jika bersama Menteri Pendidikan, terkait pada muatan materi pendidikan. Sementara bersama Menteri Agama, terkait masalah yang berhubungan dengan akhlak dan moral para peserta.

Selain itu, Hartind Asrin, selaku Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemhan Mayjen TNI mengemukakan, jika program bela negara hanya dilakukan atau diajarkan selama lima hari yaitu dari Senin hingga Jumat. Seusai mengikutinya selama lima hari, para peserta bakal diberikan sertifikat yang menyatakan sudah mengikuti pendidikan bela negara.


“Mau karyawan, anak sekolah, atau mahasiswa sama. Sudah ada buktinya, karyawan Bank Negara indonesia (BNI). Setelah kami latih lima hari, sekarang mereka punya semangat bela negara yang luar biasa,” tutur Hartind.


 

Dia juga menjelaskan, pada anak SD, kegiatan bela negara akan dilakukan di Kelas V (lima). Sementara untuk anak SMP dan SMA, dilakukan di kelas VIII. Dan bagi mahasiswa, akan dilakukan ketika penerimaan mahasiswa baru yaitu dalam kegiatan orientasi mahasiwa.

Ketika ditanya berkenaan dengan tenaga pengajarnya, dia mengungkapkan jika guru di masing-masing di sekolah melakukan program itu. Pada saat ini, Kemhan dibantu oleh anggota dari Komando Daerah Militer (Kodam), yang berada di daerah-daerah sedang mengajar para guru dan tenaga pendidik lain di 45 kota dan kabupaten di seluruh wilayah Indonesia. Mereka akan meneruskan pengajaran bela negara terhadap siswa dan masyarakat umum.


Baca Juga!

(Visited 199 times, 1 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *