Panduan dan Persiapan Pendakian Gunung Bagi Pemula

Pidipedia.com-Kegiatan mendaki gunung (mountain hiking) memang kegiatan yang asik dilakukan bersama teman-teman diakhir pekan atau saat liburan, terutama para remaja maupun dewasa atau umumnya biasa disebut Pecinta Alam. Kegiatan ini memang tidak mudah dilakukan, karena banyak hal yang harus dipersiapkan yaitu berupa persiapan fisik, mental, perbekalan, pengetahuan karakteristik medan dan tentunya membutuhkan biaya. Semua itu demi kelancaran perjalanan wisata adventure kita, agar bisa mencapai puncak dan menikmati pemandangan nyaman tanpa ada kendala dan yang paling utama adalah bisa pulang kerumah dengan selamat.

Terus apa saja yang harus dipersiapkan? Apa semua orang bisa melakukan pendakian gunung?

Tentu saja semua orang bisa dan boleh melakukan perjalanan ini, selama orang itu dalam keadaan sehat dan memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh.
Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat hendak melakukan pendakian gunung, terutama bagi pemula;

A. Persiapan Sebelum Mendaki Gunung


 

1. Rencanakan kelompok pendakian
Sebaiknya pendakian tidak dilakukan sendirian, bagusnya dilakukan secara berkelompok atau minimalnya 3 orang, setidaknya ada yang menolong/ mengetahui apabila terjadi sesuatu pada diri kita.

“Bila kebetulan tidak ada teman sama sekali, maka sebaiknya cari informasi ke komunitas pecinta alam setempat, biasanya mereka suka mengadakan pendakian masal (terbuka untuk umum), maka meminta ijinlah untuk bergabung dengan mereka”.


2. Tetapkan Waktu
Rencanakan waktu pendakian jauh-jauh hari, untuk pemula minimalnya 2 bulan sebelum pemberangkatan. Waktu selama 2 bulan tersebut bisa dimanfaatkan untuk persiapan fisik, mempersiapkan logistik/ peralatan, mencari informasi tentang karakteristik gunung yang akan dituju serta informasi angkutan kendaraan (transportasi) yang akan mengantar kita ke wilayah tujuan. Informasi bisa dicari melalui internet.
Selain itu, waktu yang baik untuk melakukan pendakian yaitu saat musim kemarau. Hal itu dimaksudkan untuk kenyamanan perjalanan.


3. Tetapkan Gunug
Tentu saja kita harus sepakati dengan teman-teman, gunung mana yang akan dituju. Sebaiknya sesuaikan dengan kondisi fisik, karakter gunung, keuangan, waktu yang memungkinkan, dan lain-lain.


4. Cari Informasi
Seperti yang telah dijelaskan pada poin ke-2, sebelum melakukan pendakian, sebaiknya kita mencari informasi sebanyak-banyakanya mengenai gunung tersebut. Dengan mencari informasi tersebut, dapat memudahkan kegiatan pendakian kita.

“Apabila semua teman kita merupakan pendaki pemula, sebaiknya kita ikut bergabung ke rombongan pendakian orang lain atau menggunakan jasa guide untuk mengantarkan kita pergi kesana”.


5. Persiapan Fisik
Tentusaja hal ini sangat penting dilakukan, yang namanya mendaki gunung pastinya melakukan perjalanan jauh berjam-jam, setelah itu kita harus tahan terhadap ekstrimnya suhu pegunungan. Tentunya semua itu membutuhkan kondisi yang prima.

Persiapan fisik tidak harus mahal-mahal, cukup lari secara teratur seminggu 1-2 kali. Seandainya kita memang suka berolahraga rutin setiap minggunya, misalnya futsal, main bola, badminton, dan lainnya, maka itu sudah dikatakan cukup (minimal ada persiapan fisik yang dilakukan ).


6. Persiapan Perbekalan makanan
Perhitungkan lama pendakian dengan konsumsi yang kita butuhkan, karena tempat yang akan kita tuju adalah sebuah hutan dipuncak gunung. Jangan sampai pendaki kehabisan bekal, karena digunung tidak ada warung apalagi alfamart 😀 intermeso.

Sebagai orang timur kita membutuhkan karbohidrat yg banyak untuk memulihkan dan mengisi tenaga.dan makanan yg paling cocok adalah nasi dan roti.
kegiatan mendaki
Bagaimana dengan mi instant?
Itu sangat tidak direkomendasikan. Selama kita masih bisa memasak nasi maka hindari untuk mengkonsumsi mie instan, kecuali memang kepepet. Karena selain tidak baik buat kesehatan, kandungan karbohidrat pada mie instan sedikit, sedangkan kita membutuhkan tenaga lebih selama melakukan pendakian.

Bawalah makanan praktis namun memiliki kandungan giji tinggi, seperti tempe, tahu, sarden, abon, dan semacamnya. Selain itu membawa gula merah/ gula jawa sangat baik untuk suplemen penambah tenaga. Untuk kebutuhan lainnya bisa disesuaikan dengan makanan kesukaan masing-masing.


7. Siapkan logistik (kebutuhan peralatan)
Peralatan yang harus dipersiapkan terdiri dari 2 jenis yaitu peralatan pribadi dan peralatan perkelompok.


a. Peralatan Pribadi:
Yaitu peralatan yang wajib dibawa perorangan, meliputi:
kegiatan mendaki
– Tas ransel
Pilih ransel yang kuat dan bisa menampung barang dalam skala banyak. Untuk pendakian gunung tinggi dan jauh dengan waktu pendakian 3 hari (dihitung dari berangkat sampai pulang kerumah), masing-masing disarankan membawa ransel dengan kapasitas minimal 60 liter. Tapi untuk jarak dekat dan waktu tempuh hanya 1 hari/1 malam saja, cukup membawa tas bodypack atau bisa dibawah ukuran 60 liter.
Kegiatan mendaki
– Sepatu
Disarankan memakai sepatu gunung atau jenggel. Karena kekuatannya lebih kokoh dan bisa melindungi kaki kita dari medan yang cukup berbahaya. Kegiatan mendaki

– Jaket tebal
Dibawa untuk persiapan melawan dingin. Karena yang namanya gunung pastinya udaranya dingin. Jadi bawalah jaket tebal, agar tubuh kita tidak kedinginan.
kegiatan mendaki
– Jas hujan
Nah, kenapa tadi disebutkan bahwa naik gunung itu sebaiknya dilakukan pada musim kemarau! Ya karena itu, untuk berjaga-jaga apabila terjadi hujan. Karena pendakian akan terasa tidak nyaman apabila terjadi hujan. Karena selain akan membasahi tubuh kita, air hujan pun akan membasahi tas serta perbekalan kita. Hingga jaket yang kita bawa untuk menahan kedinginan, malah kena basah air hujan. “ kan itu buat kita BT binggo!” (intermeso).
Kegiatan mendaki
Maka dari itu, dalam proses packing perbekalan, diusahakan membungkus alat-alat yang dianggap vital ketika dipuncak gunung dengan menggunakan kantung plastik, seperti jaket, pakaian, sleeping bag dan lain-lain.
Sebaiknya membawa jas hujan jenis ponco. Jadi bisa dimanfaatkan sebagai tenda bivak.

– Pakaian salin dan pakaian pelengkap
Bukanlah manja atau lebay apabila kita pergi mendaki membawa pakaian salin, malah itu sangat dianjurkan. Karena setelah kita melakukan perjalanan jauh, tentunya tubuh kita berkeringat dan merupakan keadaan yang tidaklah nyaman tentunya. Selain itu pakaian salin dapat digunakan sebagai pakaian rangkap untuk membantu jaket melawan ekstrimnya udara gunung.
kegiatan mendaki
Pakaian yang harus dibawa yaitu berupa, baju lengan panjang, celana training, kaos kaki, kaos tangan, kupluk kepala, dan lain-lain.

– Alat makan & minum
Alat makan dan minum sangat penting dibawa, yaitu berupa piring, mangkuk, gelas dan sendok. Usahakan membawa peralatan tersebut berbahan plastik/stainless atau bahan lainnya yang bukan barang pecah.
kegiatan mendaki
– Alat sholat / alat ibadah menurut agama masing-masing
Tentunya sebagai umat beragama kita tidak boleh meninggalkan kewajiban, meski sedang berada dalam keadaan bagaimanapun. Alternatif untuk sajadah bisa menggunakan matras spons /alas tidur.
kegiatan mendaki
– Obat-obatan pribadi
Terutama bagi pendaki yang mempunyai penyakit kambuhan seperti migren, sakit kepala, bahkan asma (sebaiknya bagi pendaki yang memiliki asma, tidak dianjurkan untuk mendaki gunung tinggi). Selain itu persiapkan juga obat-obat lainnya seperti obat diare, paracetamol dan betadine.

– Matras / alas tidur
Dianjurkan membawa alas tidur yang berbahan spons / sejenisnya yang bisa menghangatkan.
kegiatan mendaki

– Lampu senter
Penting bagi setiap pendaki untuk membawa lampu senter masing-masing. terutama saat perjalanan malam ataupun dipagi buta.
kegiatan mendaki
– Selain perlengkapan wajib diatas, ada juga perlengkapan tambahan. Seperti: Sleeping bag yaitu berfungsi sebagai selimut tidur, hammock sebagai alat tidur gantung fungsinya agar terhindar dari genangan air ketika hujan serta menghindari dari gangguan binatang dan bivak sebagai tenda tambahan (untuk bivak bisa dibuat dari jas hujan ponco, gambar terlampir)
kegiatan mendaki
kegiatan mendaki
b. Peralatan kelompok
Selain peralatan pribadi, ada juga peralatan yang merupakan kebutuhan bersama, seperti:

– Tenda
Cukup 1 tenda untuk sekelompok pendaki dengan catatan kapasitas daya tampung tenda disesuaikan dengan jumlah anggota.
kegiatan mendaki
– Kompor
Alat ini terbilang vital, terutama bagi pendaki pemula. Karena alat ini sangatlah berjasa dalam proses masak-memasak. Kompor gunung yang biasa dibawa para pendaki terdiri dari 3 jenis, yaitu; kompor gas, kompor spirtus dan kompor parafin.
kegiatan mendaki
Masing-masing jenis kompor memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun kompor gas bisa dikatakan paling populer dipakai diantara kompor lainnya. kompor gunung bisa dibeli di toko perlengkapan gunung atau di toko atribut TNI-POLRI.

– Alat masak
Alat masak gunung disebut nesting. bisa didapatkan di toko perlengkapan gunung atau di toko atribut TNI-POLRI.
kegiatan mendaki
– Tempat Air
Saat ini jerigen lebih praktis dibawa karena sudah ada jerigen yang bisa dilipat.
kegiatan mendaki
– Lampu badai / Lampu penerangan
Berbeda dengan lampu senter, kegunaan lampu badai yaitu untuk menerangi lingkungan sekitar saat tenda sudah didirikan. Cahaya lampu badai dijadikan sebagai teman diwaktu istirahat, bersantai maupun kegiatan memasak.
Untuk sekarang ini, lampu badai tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak, melainkan dengan menggunakan energi listrik dengan cara di cas maupun menggunakan batu baterai.
kegiatan mendaki
– Korek api
Tentunya perapian sangatlah penting bagi pendaki, dibutuhkan ketika membuat unggun api untuk menghangatkan tubuh dan untuk kegiatan memasak. Apabila pendakian dilakukan saat musim hujan, sebaiknya membawa korek api kayu, dan batang korek serta kertas pencetus api (berada dipinggiran korek yang berwarna coklat kehitaman) dimasukan kedalam wadah vitamin c atau sejenisnya. Dimaksudkan apabila terjadi hujan, maka korek akan aman dan terhindar dari basah. dalam keadaan basah, korek api gas pun biasanya sulit untuk menyala.
kegiatan mendaki

#untuk panduan saat mendaki, akan ditulis pada pos berikutnya!

SELAMAT MENCOBA & SEMOGA BERMANFAAT!

Bila merasa perlu, silahkan di share dan berbagi dengan yang lain!


Baca juga :

(Visited 765 times, 3 visits today)

Comments

comments