Para Atlet Bulutangkis yang Mengharumkan Indonesia di Mata Dunia

Pidipedia.com-Olahraga merupakan salah satu sarana untuk persatuan dan kesatuan, baik itu sebuah daerah maupun sebuah negara sekalipun. Selain itu dengan prestasi dalam olahraga tentunya kita bisa membawa harum nama daerah maupun negara yang kita bela, hal itu juga bisa membuat nama daerah dan nama negara yang kita bela menjadi terkenal sekaligus diakui oleh yang lainnya.

Salah satu cabang olahraga yang hampir setiap periode mampu mengharumkan Indonesia di mata dunia adalah Bulutangkis (Badminton). Berikut ini beberapa nama atlet Bulutangkis Indonesia yang berhasil mengharum nama Indonesia di mata dunia.


1. Taufik Hidayat

taufik_hidayat

Taufik Hidayat putra bangsa yang lahir di Bandung, 10 Agustus 1981 ini dijuluki sebagai pemain paling berbakat sepanjang sejarah dalam dunia perbulutangkisan. Dirinya tak pernah tersentuh science, tak seperti Lin Dan yang notabene mendapat bantuan fasilitas terdepan dalam mengembangkan seni dan science permainan bulutangkis dalam meningkatkan kemampuan atlet.

Taufik merupakan pemain yang hadir dilapangan profesional diusia yang ke-15, dan menjadi nomor wahid diusianya yang ke-17. Siapa sangka dirinya lebih awal berprestai dibandingkan Lindan maupun Lee Chong Wei, meski seumuran namun Taufik berbeda generasi dengan saingannya tersebut.

Taufik dan Lin Dan disebut-sebut sebagai saingan sejati atau biasa disebut “Arch Rivals” (saingan bebuyutan) yang sama hebatnya, sama kuatnya. Sejarah mencatat Taufik Hidayat sebagai legenda bulutangkis Indonesia, bahkan dunia yang menyebutnhya fantastic four badminton bersama Lin Dan, Lee Chong Wei, Peter Gade.

Kelebihannya yang sangat memukau termasuk backhand keras dan tepat, permainan net yang begitu cantik dan sulit dikembalikan lawan, smash silang dan keras serta drop shot apik ditambah mental juara menjadikan Taufik Hidayat meraih emas 6 kali berturut-turut di Indonesia Open dari tahun 1999 hingga 2006. Ia juga meraih piala emas dalam Olimpiade 2004 dan World Championships 2005 serta dua kali meraih emas dalam Asian Games 2002 dan 2006.

Saat ini ia telah pensiun dan mendirikan pusat pelatihan bulutangkis yang dinamai Taufik Hidayat Arena yang beralamatkan di Ciracas Jakarta Timur sejak tahun 2012 lalu setelah dirinya resmi pensiun sebagai atlet bulutangkis.


2. Rudy Hartono

Rudy_Hartono

Mantan pemain bulutangkis terbaik Indonesia Rudy Hartono Kurniawan, lahir pada tanggal 18 Agustus 1949, dianggap oleh banyak orang sebagai pemain paling terkenal dalam sejarah bulu tangkis selain dikenal sebagai salah satu pemain bulu tangkis terbaik sepanjang masa. Dia meraih juara pertandingan bergengsi All England Championship berturut-turut tujuh kali dari tahun 1968 sampai 1974

Dia meraih Kejuaraan Dunia satu kali sebagai pemain tunggal yang digelar pada tahun 1980. Rudy Hartono adalah saudara dari pemain bulutangkis perempuan internasional Utami Dewi Kinard. Dia memimpin tim Piala Thomas Indonesia enam kali berturut-turut antara tahun 1967 dan 1982. Rudy Hartono juga membantu Indonesia untuk memenangkan empat kejuaraan tim dunia berturut-turut dari tahun 1970 sampai 1979.


3. Liem Swie King

Liem Swie King

 

Mantan pemain bulutangkis Indonesia Liem Swie King, lahir pada tanggal 28 Februari 1956 di Kudus, dan dianggap sebagai salah satu pemain tunggal putra badminton terkemuka di dunia terutama tahun 1980. Dia adalah salah satu kekuatan yang paling dominan dari akhir 1970-an hingga pertengahan 1980-an.

Ia juga dikenal karena keganasan smash melompat (jump smash) dan juga keterampilan yang luar biasa sebagai pemain ganda bulutangkis pria. Ia memenangkan kejuaraan bulu tangkis Jawa Tengah pada usia sangat muda 15 tahun. Liem berpartisipasi pertama kalinya dalam Djakarta Badminton Open Tournament pada bulan November 1972 dan meraih juara Gubernur Jawa Tengah Championship “Piala Moenadi” tiga tahun kemudian. Hidupnya dan prestasinya di seluruh dunia menjadi inspirasi film anak bangsa berjudul “King”


4. Susi Susanti

susi-susanti

 

Legenda bulutangkis wanita Indonesia bernama lengkap Lucia Francisca Susi Susanti atau dikenal dengan Susi Susanti lahir pada tanggal 11 Februari 1972 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Secara luas Ia dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu pemain paling sukses dalam sejarah Badminton Wanita.

Susi Susanti menorehkan tinta kejayaan dengan meraih medali emas di tahun 1992 pada Olimpiade Barcelona dan medali perunggu di Olimpiade Atlanta 1996 sebagai pemain tunggal putri. Selain itu, Susi memenangkan Piala All-England empat kali pada tahun 1990, 1991, 1993 dan 1994. Meraih gelar Dunia Badminton GrandPrix berturut-turut lima kali 1990-1994 dan mengulang sukses sebagai juara lagi pada tahun 1996.

Kejuaraan Dunia IBF pada tahun 1993 pun menjadi catatan keberhasilan dirinya meraih emas. Susi Susanti merupakan anggota perintis Piala Uber mengalahkan tim nasional Cina pada tahun 1994 dan 1996. Susi menikah dengan salah satu pemain bamdinton tunggal putra Alan Budi Kusuma, dan kini selain menjadi Ibu Rumah Tangga ia pun berkiprah sebagai pelatih sekaligus pengamat dan tamu undangan sebagai komentator pagelaran pertandingan bulutangkis.


5. Haryanto Arbi

Haryanto Arbi

 

Haryanto Arbi adalah pemain bulutangkis Indonesia yang dikenal dengan julukan “Smash 100 watt” berkat kecepatannya yang sangat mengagumkan. Pria yang lahir pada tanggal 21 Januari 1972 merupakan salah satu pemain bulutangkis terbaik sepanjang sejarah pada era 90-an. Dia yang merupakan adik dari pemain bulutangkis Eddy Hartono dan Hastomo, yang juga adalah pemain bulutangkis kelas internasional.

Haryanto banyak memenangkan kejuaraan diantarannya adalah Chinese Taipei Open, Japan Open, Badminton World Cup, Hong Kong Open, Korea Open, Singapore Open, SEA Games dan Asian Games. Dia juga menjadi tim dari pemain Thomas Cup dari Indonesia yang menang berturut-turut pada tahun 1994, 1996, dan 1998. Dia juga meraih gelar IBF Historical Ranking cabang tunggal putra pada tahun 1995.


6. Christian Hadinata

Christian_Hadinata

Nama Christian Hadinata layak menjadi simbol kekuatan bulutangkis Indonesia. Dia adalah legenda hidup yang berhasil mengukir prestasi internasional baik ketika menjadi pemain, pelatih, maupun saat ini sebagai pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. Lahir di Purwokerto, 11 Desember 1949, Christian tidak menyangka akan menjadi pebulutangkis andal. Waktu kecil, cita-citanya justru menjadi pemain sepakbola

Prestasi emas Christian dicetak pertama kali tahun 1971 sebagai pemain ganda putra dan ganda campuran. Di ganda putra berpasangan dengan Atik Jauhari menjadi juara nasional. Sedangkan di ganda campuran menjadi juara Asia berpasangan dengan Retno Kustijah. Selanjutnya, dengan berganti-ganti pasangan, Christian dapat mencapai prestasi terbaik seperti dengan Ade Chandra, menjuarai Asian Games 1978, All England 1972 dan 1973, serta juara dunia 1980. Bersama Boby Ertanto juara di All England 1983 dan Indonesia Terbuka 1984. Dengan Lius Pongoh menang di Jepang Terbuka 1981. Berpasangan dengan Imelda Wiguna memenangi All England 1979 dan juara dunia 1980. Main bersama Ivana Lie berjaya di Asian Games 1982, Indonesia Terbuka 1984, dan Piala Dunia 1985. Sepanjang enam kali memperkuat Tim Piala Thomas (1972-1986), Christian bersama pasangannya (siapa pun dia) selalu merebut poin. Di ajang beregu itu Christian pernah berjodoh dengan Hadibowo dan Liem Swie King.

Pada tahun 1986 atau dalam usia 37 tahun Christian pensiun sebagai pemain. Usia 37 adalah usia yang cukup tua untuk ukuran atlet bulutangkis. Hanya atlet tertentu yang rajin menjaga penampilan saja mampu bertahan di usia setua itu.

Setelah gantung raket, Christian beralih menjadi pelatih. Ia ingin mewariskan “tradisinya”: “menjadi pemain terbaik” kepada anak-anak asuhnya. Dari tangannyalah lahir pasangan-pasangan Ricky Achmad Subagdja/Rexy Mainaky, Gunawan/Bambang Suprianto, dan Denny Kantono/Antonius. Christian juga ikut membentuk Candra Wijaya/Sigit Budiarto, Tony Gunawan/Halim Haryanto


Baca Juga:

(Visited 1.463 times, 14 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *