Perbandingan Keadaan Bumi Dulu Dengan Sekarang, Memang Bikin Miris!

Pidipedia.com- Mungkin kita semua tau dan sadar akan usia bumi yang kita pijak saat ini sudah tidak muda lagi, bahkan berdasarkan beberapa teori yang pernah bermunculan tentang usia bumi yang mengatakan bahwa usia bumi sudah berumur jutaan bahkan milyaran tahun sejak pertama kali alam semesta beserta bumi terbentuk. Wow.. tua sekali ya!

Seiring bertambahnya usia, tentunya berpengaruh pada keadaan serta kenampakan alam dibumi ini. Seperti mulai menipisnya lapisan ozon, es di kutub semakin mencair, pola cuaca tidak menentu dan permukaan air laut semakin naik. Coba sekarang kita bayangkan, bagaimana keadaan bumi untuk 100 tahun atau bahkan 1000 tahun kedepan? Sejauh apa kerusakan bumi yang akan terjadi lagi? Mungkin karena hal itulah Tuhan Yang Maha Tahu menyuruh kita untuk mempercayai akan datangnya hari kiamat.

Seperti apa perbedaan penampakan bumi yang dulu dengan sekarang? Untuk lebih jelasnya, berikut adalah foto penampakan di beberapa wilayah bumi yang membuktikan betapa sudah tua nya bumi ini:

1. Benua Arctic (1980 vs 2012)

benua-arctic

Daratan di benua ini memang terbentuk dari kumpulan es yang sangat luas. Namun seiring bertambahnya usia dan terjadinya kerusakan alam dimana-mana, maka suhu udara di bumi kian meningkat, sehingga mengakibatkan salju yang berada di kutub pun sedikit demi sedikit mencair. Berdasarkan keterangan dari Klimatologi, yang dikutip dari WittyFeed, daerah tersebut akan bebas dari es pada tahun 2040.

Jadi pada taun tersebut diprediksi kutub utara tidak akan ada lagi, karena es nya sudah mencair. Jadi kemana larinya air es yang mencair itu? Ya tentunya air es yang mencair itu akan bercampur dengan air laut yang berdampak pada semakin bertambah tingginya permukaan air laut. Jika permukaan air laut semakin naik, maka otomatis sebagian daratan di sekitar pantai pun akan terendam air.  Wow.. Jadi bakalan semakin sempit ya daratan di bumi!


2. Laut Aral (1989 vs 2014)

laut-aral

Laut Aral adalah danau yang terletak di Asia Tengah yang diapit oleh Kazakhstan di utara dan Uzbekistan di selatan. Sebenarnya danau air tawar Laut Aral pernah memiliki luas permukaan 67.300 kilometer persegi. Namun pada 1960, insinyur Soviet memutuskan untuk membuat pemekaran padang rumput yang luas. Mereka membangun jaringan irigasi yang sangat besar, termasuk 32.000 kilometer kanal, 45 bendungan, dan lebih dari 80 waduk, semua untuk mengairi luas ladang kapas dan gandum di Kazakhstan dan Uzbekistan.

Dari proyek itulah yang menyebabkan sedikit demi sedikit air di danau itu terus mengering. Tapi Micklin mengatakan dia memperkirakan siklus pengeringan akan “terus terjadi selama beberapa waktu” di cekungan timur.


3. Danau Oroville, California AS (2011 vs 2014)

jembatan-enterprise

Daba yang berada di California tersebut mengalami kekeringan yang luar biasa. California pernah mengalami banjir terburuk sepanjang masa karena pemanasan global. Hal ini telah mengakibatkan perubahan lanskap dan kehilangan sejumlah besar air di danau tersebut.


4. Kepulauan San Blas, Panama (2002 vs 2014)

kepulauan-san-blas-di-panama

Naiknya air permukaan laut akibat perubahan iklim memaksa salah satu kelompok adat terkenal di Panama menyusun rencana untuk pindah dari wilayah pulau otonomi mereka ke daratan utama. Suku ini bisa mengalami banyak masalah dalam berkomunikasi dengan dunia luar. Selain itu, naiknya permukan air laut juga telah menyebabkan kerusakan properti massal. Kesuluruhan pulau ini telah lenyap.


5. Great Barrier Reef (2002 vs 2014)

great-barrier-reef

Great Barrier Reef yang merupakan rumah dari ribuan spesies binatang laut menjadi tempat yang kini tak aman lagi untuk mereka. Peningkatan suhu laut menyebabkan stres termal di antara para spesies dan mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi spesies. Great Barrier Reef telah mengalami peristiwa pemutihan sejumlah karang di masa lalu. Pada tahun 2002 karang ini mengalami 50% pemutihan, namun pada tahun 2012 meningkat hingga mencapai 75%. Dalam kedua peristiwa ini, sekitar 5% dari Great Barrier Reef rusak berat.


6. Grinnel Glacier di Montana (1926 vs 2008)

grinnel-glacier-di-montana

Air dari gletser yang mencari membentuk aliran sungai kecil karena posisi gletser lebih tinggi. Kemudian, aliran sungai ini berakhir di lautan. Karena itu, tinggi air laut pun meningkat drastis. Selama seabad terakhir, air laut telah meningkat sebanyak 4 hingga 8 inci, dan ada diprediksi air laut akan bertambah mencapai 10 hingga 23 inci di tahun 2100. Daerah pesisir pantai pun harus pindah. Hal ini juga dapat menyebabkan erosi tanah dan membuatnya tak subur untuk vegetasi.


7. Gletser Perdersen Alaska (1930 vs 2005)

gletser-perdersen-alaska

Karena gletser yang mencair, permukaan air laut telah meningkat secara dramatis yang menyebabkan penurunan luas permukaan tanah. Gletser dianggap sebagai air segar, tapi setelah mencair mereka bertemu air laut dan akhirnya tercemar juga.


8. Gletser dan Inlet Muir Alaska (1880 vs 2005)

gletser-dan-inlet-muir-alaska

Bruce Molnia membuat sebuah proyek untuk mengambil foto berulang gletser di Alaska. Dia melakukan banyak kunjungan ke gletser dan mengambil foto dari lokasi yang sama persis tiap saat untuk mendokumentasikan pergerkan gletser. Proyek ini menunjukkan bahwa gletser telah lenyap sejauh 50 kilometer.

(Sumber diolah dari: Wikipedia, WittyFeed, kitamuda.id)


Sudah Tau Yang ini?

>>> Kumpulan Teori Unik dan Konyol Tentang Bumi Yang Pernah Diakui Dunia

>>> Apa Jadinya Jika di Bumi Ini Tidak Ada Gunung ?

>>> Simulasi Penampakan Bentuk Bumi Jika Semua Es Kutub Mencair

>>> Inilah 10 Kota Besar Yang Hancur Hanya Dalam Waktu Sekejap

>>> 12 Kemungkinan Ini Akan Terjadi Bila Indonesia Terletak Ditengah Benua

(Visited 1.207 times, 5 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *