Percaya Ada Suku Kanibal Di Indonesia? Yuk Kenali Mereka

Like and Share

Pidipedia.com-Apa yang terlintas dalam pikiranmu saat mendengar istilah Suku Kanibal? Mungkin saat mendengar kata/istilahnya saja cukup membuat bulukuduk kita merinding. Bagaimana tidak, suku kanibal adalah sekelompok orang yang mendiami suatu daerah tertentu yang memiliki kebiasaan mengerikan, yaitu manusia yang saling memakan sesamanya atau manusia makan manusia layaknya binatang buas di alam liar.

Suku kanibal atau manusia makan daging manusia ternyata tidak hanya ada dalam film saja. Kabarnya, di dunia nyata juga benar-benar ada. Pada abad pertengahan sempat diketahui ada Suku Indian di Kepulauan Karibia dan Suku Kulina di daerah Sungai Amazon, Brasil yang disebut-sebut kanibal. Namun, memasuki abad ke-20 ini belum diketahui secara pasti apakah suku kanibal tersebut masih ada atau tidak.

Alasan suku tersebut memakan daging manusia cukup beragam, mulai dari kebutuhan ritual, untuk kesehatan, menambah kekuatan, bahkan hanya untuk makan sehari-hari bila tidak ada lagi makanan yang didapat. Pada zaman dulu, menurut cerita berbagai literatur jika suku pemakan daging manusia menang perang melawan musuhnya, mereka akan menjadikan musuhnya itu sebagai santapan di dalam sebuah upacara.

Bila kebanyakan literatur menyebut suku pemakan daging manusia berada di luar negeri, ternyata di Indonesia juga ada loh suku-suku yang melakukan praktik kanibalisme tersebut. Dikutip dari berbagai sumber, ternyata ini suku-suku pemakan daging manusia (suku kanibal) dari Indonesia.


1. Suku Dayak Punan

Suku Dayak merupakan sebuah suku yang menghuni pulau Kalimantan. Suku Dayak yang hidup dijaman sekarang memang sudah hidup modern, tapi tahukah anda jika melirik ke belakang ternyata nenek moyang mereka (suku dayak punan) merupakan pemakan daging manusia atau termasuk suku kanibal! Wow

Konon, orang Punan jaman dahulu sangat ditakuti oleh suku Dayak lainnya karena mampu berperang dengan baik. Mereka terkenal sebagai ‘pemburu kepala’ atau dalam bahasa di sana disebut ‘ngayau‘. Bahasa kerennya disebut head hunter.

Suku ini disebut termasuk dalam kategori suku kanibal karena mempunyai kebiasaan memenggal, memakan hati dan isi perut lawannya. Bagi mereka itu adalah hal yang lumrah dilakukan. Mereka juga punya kebiasaan memakan bagian punggung kanan musuhnya yang tewas dalam perang karena bagian tubuh itulah yang diyakini paling enak dimakan.

Pada 1970-an, pemerintah Indonesia sempat turun tangan untuk menghentikan praktik kanibalisme yang dilakukan suku Dayak Punan. Suku Punan memiliki ilmu bela diri yang sangat tangguh dan berbeda dengan ilmu bela diri secara umum yang ada di masyarakat.

Dari riset terkini, kabarnya sampai saat ini suku punan primitif diduga masih ada dan terlihat di goa-goa pedalaman rimba hutan Kalimantan. Namun untuk aktifitas/praktik kanibalisme nya masih belum diketahui apakah masih dilakukan atau sudah ditinggalkan.


2. Suku Korowai

Selain di Kalimantan, ada juga suku kanibal lain dari Papua, yaitu Suku “Korowai” atau “Kolufu”. Mereka tinggal di dataran rendah di selatan Papua, biasanya mereka tinggal di kawasan rawa-rawa atau sungai. Namun rumah tempat berlindung didirikan di atas pohon. Ternyata suku Korowai baru diketahui keberadaannya jauh setelah Indonesia merdeka, yaitu sekitar tahun 1970.

Setelah diketahui, pada saat itu penduduk suku Korowai berjumlah sekitar 3000 orang. Konon mereka belum mengetahui adanya manusia lain di luar kehidupan mereka dan bagaimana cara hidup modern.

Mereka biasanya akan membunuh dan memakan anggota sukunya yang dicurigai sebagai penyihir. Dimana bagian tubuh manusia yang biasa mereka makan adalah otak. Mereka memakan otak korbannya selagi masih dalam keadaan hangat.

Selain itu, jika ada seorang yang diketahui telah melanggar adat, maka orang tersebut akan dijatuhi hukuman mati. Mirisnya lagi, orang tersebut akan dijadikan sebagai hidangan dalam sebuah ritual untuk disantap bersama.

Bahkan sampai saat ini, kabarnya mereka masih saja melakukan kanibalisme walaupun sudah semakin berkurang dan tidak terjadi setiap saat. Bahkan pada tahun 2012 lalu, kepolisian di daerah terpencil perbatasan papua/Papua Nugini pernah menahan para anggota sebuah suku kanibal yang diduga telah membunuh sedikitnya tujuh orang, dimana mereka memakan otak korban dan membuat sup dari alat kelamin mereka. Woow

Menurut kabar yang beredar, keberadaan mereka masih ada hingga sekarang, tapi sudah tidak lagi melakukan aksi kanibalisme.

“Kami makan otak mereka dan mengambil bagian tubuh mereka seperti hati, jantung, alat kelamin, serta bagian tubuh lainnya dan dibawa ke hausman (rumah tradisional ), untuk kepala pelatih kami guna menciptakan kekuatan yang bisa digunakan para anggota,” kata salah satu dari mereka yang ditangkap.


3. Suku Tolai

Masih di Papua, sebenarnya suku ini tinggal di daerah perbatasan Papua Indonesia dengan Papua Nugini. Walaupun sebagian besar Suku Tolai tinggal di wilayah Papua Nugini, namun yang namanya perbatasan sangatlah wajar bila terdapat beberapa diantara kelompok mereka yang mendiami wilayah Papua (NKRI).

Aksi Kanibalisme suku Tolai tersebut diketahui setelah keturunan mereka (Suku Tolai modern) meminta maaf kepada pemerintah Papua Nugini atas praktik pembunuhan dan kanibalisme yang dilakukan nenek moyang mereka terhadap misionaris Inggris pada abad ke-19. Sehingga dari situlah informasi tentang perilaku/kebiasaan suku tolai diketahui. Bahkan mereka juga telah mengakui bahwa nenek moyang mereka pernah membunuh menteri dan tiga orang dari negara Fiji, dan memasaknya ramai-ramai, tepatnya pada 1978.

 

(Sumber diolah dari: kaskus.co.id, money.id, asia-culture.blogspot.co.id)


Sudah Tahu Yang ini?

>>>30 Potret Suku Bangsa Primitif Di Berbagai Negara Yang Terancam Punah

>>>5 Daerah di Indonesia ini Ternyata Paling Sulit Ditaklukan Penjajah

>>>Masalembo, Segitiga Bermudanya Indonesia

>>>Canggihnya Teknologi Nenek Moyang Indonesia

Like and Share

(Visited 61 times, 1 visits today)

Silakan beri komentar anda!

tulis komentar . . .

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares