Plesetkan ‘Sampurasun’ Menjadi ‘Campur Racun’, Ketua FPI Dilaporkan ke Polisi

Pidipedia.com – Akibat memplesetkan salam khas Sunda ‘sampurasun’ menjadi ‘campur racun’ dalam sebuah dakwahnya di Purwakarta, Jawa Barat, ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dilaporkan ke polisi.

Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat (AMSM) melaporkan Rizieq atas tuduhan penghinaan dan pelecehan terhadap budaya Sunda. Aliansi yang dimotori Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Jawa Barat ini melaporkan Rizieq dengan pasal 28 ayat 2, UU nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Rizieq dinilai dengan sengaja menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa benci atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Mereka juga mengecam Rizieq dan melarangnya masuk ke Jawa Barat. Aliansi juga menuntut Rizieq meminta maaf secara terbuka.

‘Sampurasun’ bagi orang Sunda memiliki arti hormat dan merupakan sebuah doa. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menilai, sampurasun itu keberkahan untuk kita dan alam semesta. Ia membantah bahwa salam sampurasun telah mengesampingkan salam dalam agama Islam.

“Maksudnya baik, bahasa Sunda kuno itu sama artinya dengan waalaikumsalam warahmatullohi wabarakatuh. Sampurasun apa jeleknya. Artinya juga sangat baik,” ujarnya seperti dikutip Kompas.com.

“Kalau niatnya cuma buat guyon, itu bukan pada tempatnya. Jadi, saya harap (Habib) Rizieq meminta maaf ke masyarakat Sunda,” kata walikota yang akrab disapa Kang Emil tersebut.

 

Baca juga:

(Visited 73 times, 1 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *