Tahukah Kamu, Inilah 15 Tanaman Sebagai Bahan Pembuat Parfum

Pidipedia.com-Penggunaan tanaman sebagai bahan wewangian memang telah dimulai sejak berabad-abad lampau. Dupa, setanggi, kembang setaman, dan minyak wangi adalah satu bukti eksistensi tanaman dalam berbagai upacara kebudayaan dan ritual keagamaan.

Kini, tanaman wewangian telah menjadi primadona bagi wanita yang ingin tampil cantik. Salah satunya dengan pemakaian kosmetika dan parfum.

Pengaruh kejiwaan yang ditimbulkan oleh wewangian bahkan bisa membuat seseorang menjadi fanatik terhadap salah satu produk barang, tak heran jika sekarang tanaman yang mengandung minyak asiri memegang andil besar dalam berbagai industri, terutama kosmetika dan parfum. Minyak asiri ini dihasilkan dari bagian jaringan tanaman tertentu, seperti akar, batang, kulit, daun, bunga, buah atau biji. Sifat minyak ini yang menonjol antara lain mudah menguap pada suhu kamar, menimbulkan bau wangi sesuai dengan aroma tanaman penghasilnya, dan dapat larut dalam pelarut organik.


1. Cendana (Santalum album)

tanaman bahan parfum

Cendana umumnya berupa pohon besar yang tumbuh di India, Malaysia dan Indonesia. Ia banyak didapati di daerah dengan iklim kering, seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, karena makin banyak intensitas matahari, makin baik pula kualitas kayu. Tinggi tanaman ini rata-rata 12 sampai 15 meter, dengan garis tengah batang 20 – 35 cm. Batang tumbuh tegak, bulat, berkulit kasar, tampak tipis dan berwarna kelabu. Jantung kayu berwarna kuning dan mengeluarkan aroma yang wangi.

Bagian inilah yang nantinya dijadikan serbuk atau irisan kecil untuk disuling. Selain kayu, daun pun mempunyai aroma yang serupa, namun kualitasnya masih di bawah bagian kayu karena tingkat rendemen daun yang rendah.

Dunia perdangan mengenalnya dengan sebutan sandalwood oil. Aroma kayu cendana Indonesia sampai saat ini masih dianggap yang terbaik oleh para pembuat minyak wangi dunia. Karenanya minyak yang mengandung santalol ini termasuk salah satu mata dagang penting Indonesia. Selain digunakan untuk bahan dasar, ia juga dapat dipakai sebagai pengikat minyak wangi.


2. Akar Wangi (Vetiveria zizanioides)

tanaman bahan parfum

Tanaman akar wangi termasuk dalam famili Gramineae. Disebut akar wangi, karena memang memiliki akar tinggal yang berbau sangat wangi. Dari bagian inilah umumnya minyak asiri diambil. Susunan akarnya tergolong kuat mengembang, bercabang banyak, sehingga dapat menahan serpihan tanah saat musim hujan dan mencegah pencucian tanah. Daunnya berukuran panjang, bisa mencapai 100 cm, agak kaku, berwarna hijau lebam. Bunganya agak besar, berwarna hijau atau menjadi warna lembayung. Akar wangi belakangan ini pula ramai dijadikan kerajinan tangan.

Tanaman ini berasal dari Asia seperti India, Indonesia, Sri Lanka, dan Filipina selain itu dapat pula ditemukan di Afrika Barat dan Amerika Serikat. Di Indonesia ia banyak dibudidayakan di Pulau Jawa, seperti Garut, Wonosobo, Pasuruan dan Lumajang. Selain di Indonesia, tanaman yang mudah tumbuh ini banyak juga diusahakan secara komersial untuk tujuan penyulingan minyak asiri di Kepulauan Reunion.

Minyak akar wangi dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama vetiver oil yang diperoleh dari hasil ekstraksi. Komponen yang menyusunnya antara lain vetiveron, vetiverol, vetivenil vetivenat, asam palmitat, asam benzoat dan vetivena. Minyak ini memiliki sifat sulit menguap sehingga sangat baik dipakai sebagai pengikat minyak wangi lain dalam parfum agar tahan lama. Tak heran jika ekstrak minyak akar wangi dikenal sebagai minyak asiri kelas satu pada industri kosmetika, terutama minyak wangi di negara-negara Eropa, salah satu yang terpenting ialah Perancis.


3. Mawar (Rosa sp)

tanaman bahan parfum

Mawar merupakan tanaman semak berkayu yang memiliki ratusan spesies dan ribuan varietas. Apalagi dengan kemajuan teknolog, kini tercipta varietas-varietas baru yang lebih menawan, menambah marak penampilan tanaman ini. morofologi masing-masing jenis itu relatif mirip satu dengan lainnya. Tanaman familiRosaceae mempunyai ciri tumbuh tak teratur, tinggi rendah, dan berselang-seling. Daun berwarna hijau bersirip. Bunganya memiliki warna sangat bervariasi dari yang lembut sampai cerah, seperti merah darah, merah muda, jingga, kuning, hingga putih. Ukurannya juga beragam dari yang kecil hingga bear, bermahkota tunggal atau ganda. Pada bagian ujung bunga, malai tumbuh merata.

Konon mawar mulai dibudidayakan di Cina dan kemudian baru menyebar ke seluruh Eropa. Penggunaan mawar sebagai bahan parfum diperkenalkan pertama kali oleh masyarakat Yunani kuno. Dan kini penggunaan “ratu dari segala bunga” ini telah meluas, terutama pada industri wewangian. Minyak asiri diekstrak dari bunganya yang didestilasi dengan air atau uap air. Dari 1 kg petal dapat dihasilkan 1 gram minyak mawar murni. Minyak ini umumnya digunakan sebagai campuran pada pembuatan minyak wangi.


4. Melati (Jasminum sp)

tanaman bahan parfum

Genus jasminum terdiri lebih dari 300 spesies. Mereka terbagi atas jenis yang tumbuh menyemak dan memanjat, berdaun sepanjang tahun, dan meranggas pada kondisi tertentu. Tanaman perdu berbunga ini bisa mencapai tinggi 3 meter sampai 15 meter untuk jenis merambat. Daun memiliki bentuk bulat telur dan berwarna hijau tua sampai hijau terang. Bunganya ada yang berkelompok atau berdiri sendiri, berbentuk bintang sampai seperti lonceng, mempunyai warna dari putih, keungu-unguan, merah muda, sampai kuning cerah. Mahkota bunga ada yang tunggal, semi ganda dan ganda.

Beberapa jenis melati yang diusahakan secara komersial adalah Jasminum sambac, J. officinale, Jasminum nitidium, dan Jasminum grandiflorum. Melati merupakan salah satu bahan dasar yang terkandung dalam wewangian bunga pada produk minyak wangi dan sabun wangi. Sebelum dibuat parfum, terlebih dahulu melati diekstrak menjadi concreate dan absolute dengan metoda enfleurage. Dari bagian absoulte-lah nantinya minyak asiri tersebut dihasilkan dengan cara destilasi.


5. Bunga Sedap Malam (Polynthes tuberosa)

tanaman bahan parfum

Sedap malam merupakan tanaman asli dari Meksiko. Dan kini ia banyak ditanam di Perancis, Mediterania, Maroko, Taiwan, Sri Lanka dan Indonesia. Tanaman terna tegak ini tergolong famili Amaryillidaceae. Tinggi batang bisa mencapai 1,8 meter, dan memiliki akar tinggal yang ada di bawah tanah.

Bunganya yang berwarna putih bersihnya itu unik, karena mengeluarkan harum semerbak di waktu malam. Pada bagian ini minyak asiri biasa diambil. Biasanya minyak diekstrak dari pembungaan awal bunga sedap malam. Tuberosa absolute yang dihasilkan melalui cara enfleurage memiliki kualitas yang lebih baik daripada Tuberosa concrete.

Kandungan yang ada di dalamnya adalah methyl benzoate, methyl anthranilate, benzyl benzoate, methyl salicylate, benzoil acid dan ketone. Aroma ‘manis’ yang sangat kuat diciptakan dari ekstrak minyak sedap malam. Karenanya, ia banyak digunakan dalam pembuatan parfum, terutama parfum dengan tipe oriental.


6. Lavender (lavendel / Lavandula)

tanaman bahan parfum

Lavender adalah sebuah genus tumbuhan berbunga dalam suku Lamiaceae yang memiliki 25-30 spesies. Asal tumbuhan ini adalah dari wilayah selatan Laut Tengah sampai Afrika tropis dan ke timur sampai India. Genus ini termasuk tumbuhan menahun, tumbuhan dari jenis rumput-rumputan, semak pendek, dan semak kecil. Tanaman ini juga menyebar di Kepulauan Canaria, Afrika Utara dan Timur, Eropa selatan (terutama Perancis selatan), Arabia, dan India. Karena telah ditanam dan dikembangkan di taman-taman di seluruh dunia, tumbuhan ini sering ditemukan tumbuh liar di daerah di luar daerah asalnya.

Bunga yang harumnya menenangkan ini biasanya dipakai sebagai bahan utama parfum yang bernuansa feminin dan tenang.


7. Cengkeh (Syzygium aromaticum/Eugenia aromaticum)

tanaman bahan parfum

Manfaat cengkeh juga termasuk sebagai penyedia pestisida nabati alami

Tanaman yang termasuk dalam famili Myrtaceae ini berasal dari kepulauan Maluku, kemudian menyebar ke madagaskar, Tanzania dan Brazil. Sosok tanaman ini berupa pohon, dengan tinggi sampai 30 meter. Pohon cengkeh memiliki cabang dalam jumlah sangat banyak dan rapat, serta tumbuh mendatar.

Ada tiga tipe atau varietas cengkeh yang terdapat di Indonesia. Ketiga tipe ini memiliki perbedaan morfologi seperti pucuk, cabang muda, daun, ranting, bentuk tajuk pohon, bunga, percabangan dan bentuk mahkota bunga. Minyak cengkeh diperoleh dari bunga, gagang bunga, dan daun. Dari ketiga bagian tersebut, dihasilkan tiga macam minyak yaitu clove oil (hasil sulingan bunga cengkeh), clove stem oil (hasil sulingan gagang cengkeh), dan clove leaf oil (hasil sulingan daun). Komponen utama yang terkandung di dalamnya adalah terpene dan turunannya. Tiga senyawa penting terpene adalah eugenol, eugenol asetat dancaryophylene, dengan kadar total dapat mencapai 99% dari minyak asiri yang dikandungnya.

Terpene merupakan komponen penting dalam kegiatan industri. Salah satunya dimanfaatkan oleh industri wewangian, seperti campuran pada minyak wangi.


8. Jahe (Zingiber officinale)

tanaman bahan parfum

Jahe, termasuk dalam famili Zingiberaceae adalah tanaman herba menahun yang memiliki rimpang berupa umbi. Bagian dalam rimpang jahe memiliki aroma khas, berwarna putih, kuning ataupun jingga, tergantung jenisnya. Batangnya tumbuh tegak, terdiri dari seludang dan pelepah daun. Daun jahe berbentuk lonjong dan meruncing di ujungnya. Letak daun berselang-seling, dengan panjang daun berkisar 5 – 25 cm, dan lebar 0,8 – 2,5 cm.

Konon tanaman ini berasal dari Asia, kemudian disebarkan oleh bangsa Spanyol ke negara Afrika. Kini tanaman jahe banyak diproduksi oleh kepulauan Jamaika, Nigeria, China, India, Sri Lanka dan Australia. Di dunia perdagangan, minyak jahe diistilahkan ginger oil. Ginger oil diperoleh dengan cara menyuling rimpang jahe.

Pada minyak tersebut terkandung senyawa antara citral, methylheptenone, monylaldehyde, linalol, delta borneol, ester, phenol, terpene dan sesquiterpene alcohol. Senyawaan tersebut yang terkandung dalam jahe menimbulkan bau harum, namun tanpa ada rasa pedas. Minyak jahe ini banyak digunakan dalam industri wewangian untuk membubuhkan ‘suasana oriental’ atau suasana timur pada berbagai produk minyak wangi.


9. Kapulaga (Elettaria cardamomum)

tanaman bahan parfum

Spesies ini konon pertama kali ditemukan di Mediterania, Eropa, tepatnya pada zaman Romawi. Namun kini kapulaga yang memiliki nilai ekonomi tinggi justru berada di Malabar, India. Di sana biasa disebut “Kardamon Malabar”. Tanaman yang tergolong dalam famili Zingiberaceae ini mempunyai umbi batang yang relatif besar. Dari umbi inilah tumbuh batang-batang semu merumpun dengan tinggi mencapai 2 – 3 meter.

Daun berbentuk tombak, meruncing pada ujung, berwarna hijau tua, dan sedikit berbulu. Bunganya berkelopak hijau, panjang 3 – 4 cm, memiliki mahkota kecil, melebar dan berwarna hijau muda. Buah berbentuk bulat telur, berwarna kuning muda bila telah masak, terdiri atas tiga ruang, dan tiap ruangnya berisi 5 – 7 buah biji. Minyak kapulaga, atau lebih dikenal dengan nama cardamon oil ini diambil dari hasil sulingan serbuk biji. Kandungan dalam minyak tersebut antara lain terpineol, monen, sabinen dan dan sineol. Aroma yang ditimbulkan oleh biji dinilai berkualitas tinggi oleh kalangan industri wewangian di dunia. Dengan aromanya yang khas, minyak kapulaga ini secara luas digunakan sebagai bahan baku berbagai minyak wangi.


10. Kayu Manis (Cinnamomum verum)

tanaman bahan parfum

Tumbuhan ini merupakan pohon dengan tinggi bisa mencapai 15 meter dan diameter 30 cm. Kayu tumbuhan ini yang termasuk famili Lauraceae ini tergolong cukup berat, agak lunak, padat, serat lurus, dan struktur agak halus. Kulit kayu berwarna kelabu, dan memiliki aroma harum tajam. Daunnya berbentuk lonjong ataupun bulat telur. Berwarna merah saat muda dan hijau saat tua. Sekarang tanaman yang berasal dari Sri Lanka ini banyak dibudidayakan di India, Cina selatan, Jepang, Madagaskar, Brazil dan Sri Lanka sendiri. Di Indonesia, ia banyak ditanam di Sumatera Barat, Sumatera utara, Jambi, Jawa Tengah dan Timur, serta Kalimantan Selatan.

Cinnamon bark oil adalah sebutan minyak yang dihasilkan dari sulingan serbuk kulit kayu manis kering. Selain kulit kayu, minyak asiri juga bisa diambil dari daun, namun harga sulingan jauh lebih rendah dibandingkan kulit kayu karena unsur kimianya berbeda. Cinamon bark oil mengandung cinnamic aldehyde, eugenol, alipathic aldehyde, dan phellandene. Minyak ini digunakan sebagai bahan baku industri wewangian, untuk memberi ‘selera ketimuran’ pada beberapa macam minyak wangi.


11. Kenanga (Cinangium odoratum)

tanaman bahan parfum

Bunga kenanga, salah satu bahan kosmetika tradisional

Tanaman yang berasal dari Asia Tenggara ini termasuk dalam famili Annonaceae. Selain kenanga sebenarnya terdapat C. odoratum lain yang juga menghasilkan minyak asiri mirip kenang yaitu ylang-ylang. Ia banyak terdapat di negara Filipina. Sosoknya berupa pohon dengan tinggi bisa mencapai 30 meter, namun untuk tujuan budidaya, tingginya dipangkas menjadi 2 – 2,5 meter. Ia memiliki sifat berbunga sepanjang tahun. Bunga kenanga saat muda berwarna hijau, sedangkan saat panen warna bunga berubah menjadi kuning sampai benar-benar kuning. bunga inilah yang nantinya dimanfaatkan untuk diambil minyak asirinya.

Di dalam dunia perdagangan minyak kenanga dikenal dengan nama cananga oil. Minyak ini memiliki sifat kurang mudah menguap, mengandung banyak unsur terpene dan sesquiterpene. Minyak kenanga terutama dipakai untuk memproduksi wewangian di negara Eropa dan Amerika.


12. Selasih (Ocimum basilicum)

tanaman bahan parfum

 

Selasih merupakan terna yang tumbuh tegak, dengan tinggi sampai 1,1 meter. Biasanya ia tumbuh di tepi-tepi jalan, ladang, sawah-sawah kering, dan hutan. Selasih ternyata memiliki berbagai varietas dan bentuk. Dan umumnya yang membedakan adalah bentuk dan warna daun. Bentuk daun ada yang bulat telur, seperti gigi, dan juga keriting. Warnanya pun bergam, mulai dari keputih-putihan, merah, keunguan, sampai hijau gelap. Bunganya tumbuh di ujung tangkai, berukuran kecil dan mempunyai warna putih.

Tanaman ini termasuk dalam famili Labiatae. Dibudidayakan untuk diambil minyaknya di daerah sekitar Laut Tengah, seperti Aljazair, Maroko, Perancis Selatan, dan Kepulauan Reunion. Basil oil ialah minyak asiri yang diambil dari sulingan seluruh bagian tanaman. Kandungan utama minyak selasih ini ialah methyl chavicol dan linalol. Minyak tersebut kemudian digunakan untuk sabun, pengarum mulut, dan tidak ketinggalan pembuatan parfum. Hasil sulingan yang berasal dari Perancis selatan dikatakan sangat harum, karenanya ia banyak dipakai sebagai bahan baku beberapa parfum.


13. Sereh (Cymbopogon nardus)

tanaman bahan parfum

Sereh merupakan tanaman asli Sri Lanka. Ia termasuk dalam famili Gramineae. Tanaman yang kini banyak dibudidayakan di Sri Lanka, India, Taiwan, Cina, Guatemala, Argentina, Brazil dan Indonesia ini adalah rumput yang sangat beragam. Selain itu, ia berumur tahunan, berakar dalam, kuat membiak membentuk rumpun-rumpun yang besar lagi lebat. Daun-daunnya panjang, menciut, berwarna hijau kebiruan, dan berbau wangi bila diremas. Bulirannnya sangat banyak, terpadu menjadi malai besar yang menggayut panjang.

Dalam dunia perdagangan internasional dikenal dua tipe minyak sereh, yaitu tipe Ceylon (Sri Lanka) dan tipe Jawa (Indonesia). Java citronella oil, begitu negara luar menyebut minyak sereh tipe Jawa, mempunyai kualitas yang lebih baik daripada Ceylon. Keunggulan minyak tipe Jawa yang merupakan sulingan daun sereh ini, ialah kandungan komponen-komponen penyusunnya berjumlah lebih besar dibandingkan tipe Ceylon, sehingga memiliki nilai lebih tinggi serta bau yang lebih kuat.

Komponen utama di dalam minyak sereh ialah kandungan geraniol dan citronellal. Minyak sereh banyak digunakan sebagai pewangi sabun, pewangi bahan-bahan kosmetik, dan juga parfum. (DBS)


14. Vanila (Vanilla planifolia)

tanaman bahan parfum

Vanilla adalah pemberi rasa yang dihasilkan dari tanaman genus Vanilla. Bunga yang berbentuk seperti batang kecil-kecil ini memiliki aroma khas yang menyenangkan. Baunya hampir seperti kelapa dan sering digunakan untuk parfum-parfum bertema tropical.

Pada tahun 1841 Tumbuhan ini pertama kali dibudidayakan oleh masyarakat Aztec Mesoamerika yang menyebut tanaman ini dengan nama tlilxochitl.

Ada tiga spesies utama vanilla yang saat ini dikembangkan, dan semuanya merupakan tumbuhan yang dibawa dari Aemrika Tengah. Vanilla planifolia dibudidayakan di Madagaskar, Réunion, dan kawasan tropis lainnya di sekitar Samudera Hindia; Vanilla tahitensis, dibudidayakan di Pasifik Selatan, dan Vanilla pompona dibudidayakan di Samudra Hindia barat, Amerika Tengah, dan Amerika Latin. V. planifolia adalah yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Vanilla planifolia menghasilkan ekstrak vanilla terbanyak dibandingkan kedua spesies tersebut.

 


15. Daun mint (Mentha)

tanaman bahan parfum

Tanaman ini merupakan sebuah genus yang terbagi menjadi 25 spesies. Tanaman ini biasanya ditanam di Eropa, Asia, Afrika, Australia, dan Amerika Utara. Cocok digunakan sebagai daun mint, khususnya sebagai makanan, minuman, pasta gigi, permen karet, dan bisa juga digunakan sebagai bahan parfum.

Daun ini memang tidak memiliki bau wangi yang khas. Namun, sensasi dingin dari daun ini biasanya digunakan untuk memberikan sensasi dingin di kulit pemakai parfum. Cool.

Itulah 15 tanaman yang dijadikan sebagai bahan dasar untuk membuat parfum.


Baca juga:

(Visited 29.390 times, 8 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *