Terbukti Atau Kebetulan? 8 Ramalan Jayabaya Ini Benar Terjadi

Pidipedia.com- Siapa yang tak kenal dengan Jayabaya, seorang raja dari Kerajaan Kediri (1135 M – 1157 M) tersebut terkenal dengan ramalannya yang hingga saat ini masih dianggap memiliki tuah dan dipercaya masih berlaku, yakni Jangka Jayabaya. Dari sederet ramalan tersebut, terdapat 8 ramalan yang dianggap terbukti hingga saat ini. Apa saja itu?

1. Pulau Jawa akan terpecah

Dalam buku “Atlantis The Lost Continent Finally Found” yang merupakan hasil penelitian Prof Arysio Santos, Ph.D, menyebutkan bahwa “Atlantis adalah negeri tropis yang berlimpah mineral dan kekayaan hayati”Namun dari segala kekayaan yang tersedia itu lenyap tersapu oleh sebuah bencana maha besar yang memisahkan antara pulau Jawa dan pulau Sumatera, selain itu bencana tersebut juga telah menenggelamkan lebih dari separuh wilayah nusantara. Semua peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar 11.600 tahun yang lalu.

Percaya atau tidak, semua yang diteliti oleh Prof Arysio Santos, Ph.D tersebut ternyata sudah diramalkan Jayabaya jauh sebelum buku penelitian itu ditulis dalam kitab Jangka Jayabaya. Bahkan menurut Ki Tuwu, yaitu seorang ahli sejarah Kediri menyebutkan; “Itu masuk dalam periodesasi zaman besar kedua yang disebut dalam Jangka Jayabaya adalah Zaman Kalijaga artinya zaman tumbuhan. Di Jawa yang saat itu masih menyatu dengan pulau-pulau lain mengalami perubahan, yakni terpecah menjadi pulau-pulau kecil,” ujarnya.


2. Pulau Jawa sering digenangi banjir

Seperti yang kita ketahui, bahwa saat ini bencana banjir memang kerap kali terjadi dibeberapa daerah di pulau Jawa terutama di Ibu kota Jakarta. Percaya atau tidak, ternyata peristiwa atau bencana tersebut memang sudah diramalkan Jayabaya sejak dulu. Pada saat itu Jayabaya meramalkan bahwa pada Zaman Kalatirto, pulau Jawa akan sering digenangi banjir. Zaman Kalatirto adalah zaman air, dimana di pulau Jawa akan sering terjadi banjir karena Sang Hyang Raja Kano yang bertahta di Negara Purwocarito sering menata batu besar untuk membendung kali dan bengawan. Ini dihitung mulai tahun 301-400 tahun surya atau mulai tahun 310-412 tahun candra.


3. Akan ada seorang kulit kuning  kulit putih

Akan ada orang-orang kate berkulit kuning yang akan melepaskan pendudukan Indonesia dari kekejaman bangsa kulit putih. Mereka percaya orang kate itulah para Tentara Jepang. Hal itu terbukti dengan hadirnya Sakari Ono, yang merupakan anggota Batalyon 153 Angkatan Darat Kekaisaran Jepang. Selama bertugas di Indonesia, Ono lebih banyak kecewa melihat sikap para tentara Jepang lain. Apalagi masa 1943 sampai awal 1945 di mana tidak ada perang di Jawa. Kemudian, Ono melarikan diri dari militer Jepang dan bergabung dengan tentara Indonesia.

Ono pun mengubah namanya menjadi Shigeru. Sehingga para veteran Jepang mengenalnya sebagai Rahmat Shigeru Ono. Dia kemudian berjuang bersama para pemuda. Dia melatih mereka dan memimpin gerilyawan Indonesia berperang melawan Belanda.

Rahmat Ono adalah tentara Jepang terakhir yang memihak Republik Indonesia. Samurai terakhir ini tutup usia Senin (25/8) lalu di Malang. Di tengah keluarga dan tanah air yang dicintainya. Ono mengerti bahwa masyarakat jawa begitu mempercayai ramalan Jayabaya


4. Maraknya Perkawinan bebas

Dalam Kitab Jangka Jayabaya disebutkan bahwa pada suatu hari nanti akan banyak kaum laki-laki dan perempuan yang akan kehilangan rasa hormat sampai rasa malu. Peristiwa itu ternyata benar-benar terjadi pada saat ini, dimana fenomena sekss bebas terjadi dimana-mana dan dilakukan oleh orang-orang dari berbagai kalangan masyarakat dan tak memandang usia.

Menurut paranormal asal Kediri, Jawa Timur, Ki Tuwu, kemahiran Prabu Jayabaya ini dia dapatkan dari Syaikh Syamsuddin Al-Wasil. “Ada lagi yang menarik ungkapan dalam Jangka Jayabaya yakni wong wadon ilang kawirangane wong lanang ilang prawirane. Artinya banyak perempuan hilang rasa malunya dan banyak laki-laki hilang kehormatannya. Saya tidak mau mendahului kehendak Allah, namun ini sudah terbukti,” kata Ki Tuwu.

Selain itu, Jangka Jayabaya juga menuliskan; “akeh udan salah mangsa, akeh prawan tua, akeh randa nglairake anak, akeh jabang bayi lahir nggoleki bapake”. Artinya banyak hujan turun bukan pada musimnya, banyak perawan tua yang terlambat menikah karena terlalu memilih-milih pasangan dan juga mementingkan karier. Banyak janda melahirkan anak (akibat hubungan bebas) dan banyak yang lahir mencari siapa ayahnya. “Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua agar tetap eling lan waspada,” ujar Ki Tuwu.


5. Banyak Korupsi

Kitab Jangka Jayabaya memprediksi akan terjadi praktik korupsi di tanah air. Ternyata hal ini benar terjadi yang sering dilakukan oleh para pejabat tanah air yang melanggar sumpah-sumpah jabatannya.\

akeh janji ora ditetepi, akeh wong nglanggar sumpahe dewe (artinya – banyak orang melanggar janji dan sumpah jabatan yang diartikan untuk para pejabat banyak dilanggar, misalnya hakim berkhianat, pejabat yang korupsi dan lain sebagainya).

Akeh menungso mung ngutamakke duwit, lali kemenungsan, lali kebecikan lali sanak lali kadang (Banyak manusia yang hanya mengutamakan uang, lupa perikemanusiaan, lupa kebaikan dan lupa saudara.


6. Terciptanya Pesawat Terbang dan kereta api

Jaya Baya pernah mengungkapkan: “Mbesuk yen ana kereta mlaku tanpa jaran, tanah Jawa kalungan wesi, prahu mlaku ing duwur awang-awang”.

Artinya: “besok kalau sudah ada kereta berjalan tanpa kuda, tanah Jawa berkalung besi (kereta api), perahu berjalan di atas angkasa (Pesawat terbang)”


7. Banyak Orang Malas Bekerja dan Lebih Memilih Mencari Pesugihan

Kitab Jangka Jayabaya juga mengatakan bahwa pada suatu hari nanti akan banyak orang yang tergila-gila mencari pesugihan karena malas bekerja atau mencari uang.

Akeh wong nyambut gawe apik-apik pada krasa isin, luwih utama ngapusi. Wegah nyambut gawe kepengen kepenak, ngumbar nafsu angkara murka, nggedekake duraka (Banyak orang yang bekerja baik-baik merasa malu, lebih utama menipu. Banyak yang malas bekerja tapi pengen kaya (mencari pesugihan tumbal,red). Banyak orang mengumbar nafsu angkara murka dan memperbesar perbuatan durhaka).


8. No-To-No-Go-Ro

Mungkin ramalan inilah yang bisa dikatakan paling terkenal hingga saat ini. Dalam ramalan ini menyebutkan bahwa Indonesia akan dipemimpin oleh Pemimpin/Presiden dengan urutan nama No-To-No-Go-Ro.

Istilah tersebut merupakan inisial dari nama-nama pemimpin Indonesia.
No = Soekar-no
To = Soehar-to
No = Susilo Bambang Yudhoyo-no

Go = ?

Ro = ?

Kenapa BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Joko Widodo tidak disebutkan? Karena nama-nama tersebut tidak termasuk dalam susunan inisial NOTONOGORO tersebut, walaupun Megawati memiliki inisial No, tapi nama tersebut diambil dari nama ayahnya Soekarno, dengan kata lain menggunakan inisial ganda.

Uniknya, nama-nama pemimpin yang tidak memiliki inisial NOTONOGORO tersebut, ternyata jabatan mereka tidak tuntas dalam satu periode. Kebetulan? Bagaimana dengan Jokowi? Jokowi Dikabarkan Akan Lengser? Ini Menurut Ramalan Jayabaya!.

Siapakah yang akan mengisi posisi Go dan Ro selanjutnya? Konon kabarnya Indonesia akan menjadi sebuah negara besar dan maju jika sudah melewati fase NOTONOGORO tersebut. Ada juga pendapat bahwa Joko Widodo termasuk dalam inisial notonogoro tersebut, dimana Jo dilebur menjadi Go. Jika itu benar, berarti Indonesia tinggal menunggu pemimpin berinisial Ro. Siapa ya kira-kira? Jika Ro = Ri,  pasti kita tau siapakah pemimpin Ri selanjutnya itu.Apakah Ridwan Kamil, Tri Rismaharini, atau akan ada tokoh hebat lain lagi yang berinisial Ri.

Bagaimana apa Anda percaya atau hanya kebetulan saja?

(Visited 8.473 times, 1 visits today)

Comments

comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *