Ternyata, Allah Swt Melarang Manusia Untuk Membunuh Hewan-Hewan Ini !

Like and Share

Pidipedia.com- Adanya suatu benda menunjukkan adanya dzat yang menciptakan benda tersebut. Begitupun Segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti ada yang menciptakan, Dialah Allah sebagai Al-Khaliq, Dialah yang menciptakan segala sesuatu menurut kehendaknya.

Allah swt berkuasa menundukkan segala apapun yang ada di bumi untuk manusia, termasuk di dalamnya adalah menundukkan hewan dan tumbuhan. Hewan dan tumbuhan memiliki banyak manfaat yang dapat membantu kebutuhan hidup manusia.

Di antara makhluk Allah swt yang paling banyak menyumbangkan manfaat bagi manusia adalah hewan, mulai dari ayam yang dapat kita nikmati daging dan telurnya, sapi yang dapat kita nikmati daging dan susunya, lalu dari lebah yang dapat kita nikmati madunya, dan masih banyak lagi hewan yang sangat bermanfaat bagi manusia.

Allah swt telah menciptakan bermacam-macam dan beraneka ragam hewan di muka bumi, mulai dari hewan yang paling kecil sampai hewan yang paling besar. Namun, dari sekian banyak jenis hewan yang ada di muka bumi ini, ada beberapa hewan yang Allah haramkan untuk manusia. Membunuhnya atau pun memakannya. Baik keharaman itu adalah sebagai bentuk ujian, atau pun karena mengandung bahaya untuk manusia.

Adapun hewan-hewan yang Allah swt larang bagi manusia untuk membunuhnya di antaranya adalah :. semut, lebah, burung hud-hud dan burung shurod. Sebagaimana Sabda Nabi Muhammad saw :

Dari Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: ”Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam melarang pembunuhan terhadap empat hewan : Semut, Lebah, Burung Hud-Hud (burung pelatuk), dan Shurod”. [HR. Abu Dawud No. 5267, Ibnu Majah No. 3224. Dishahihkan oleh Syaikh Albani rahimahullah dalam Shahih Wa Dha’if Sunan Abi Dawud 3/293].

1. Semut

hewan

Semut menjadi salah satu hewan yang dilarang untuk dibunuh dalam Islam, hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Salah seekor semut pernah menggigit salah seorang nabi, lalu nabi tersebut memerintahkan untuk mendatangi sarang semut dan membakarnya. Tapi Allah kemudian menurunkan wahyu kepadanya: ‘Apakah hanya karena seekor semut menggigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu bertasbih?’ [HR. Muslim]

Semut adalah salah satu jenis serangga yang memiliki ukuran yang kecil, dan menurut sebuah riwayat dikatakan bahwa semu adalah bala tentara Allah swt, seperti yang diriwayatkan dari Abu Zuhair an Numairi radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

“Janganlah kalian membunuh semut, karena semut itu salah satu bala tentara Allah yang terbesar”. [ash Shahihah no. 2428, Hadits Hasan].

Allah swt menceritakan tentang semut dalam al Qur’an, seperti dalam firmannya :

حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ

”Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: ”Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”. [QS. An Naml : 18].


2. Burung Hud-Hud

hewan

Burung Hud-hud merupakan sejenis burung pelatuk. Burung Hud-hud sangat terkenal dalam kisah Nabi Sulaiman a.s. Ia adalah burung yang sangat cerdik, ia juga menjadi utusan Nabi Sulaiman untuk menyampaikan surat kepada Ratu Bilqis. Burung hud-hud juga satu-satunya burung yang pernah berdialog dengan Nabi Sulaiman ‘alaihissallam. Allah swt berfirman:

فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ
إِنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ

Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini, Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. [QS. An Naml : 22-23]


3. Lebah

lebah madu

Pada prinsipnya para ulama’ bersepakat bahwa hukum lebah sama dengan semut dengan landasan hadist di atas, yaitu larangan membunuhnya dan larangan memakannya. Namun para ulama menerangkan bahwa larangan membunuh lebah karena menghasilkan madu yang berguna bagi manusia. Allah swt berfirman:

يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ . . .

“Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan” [QS. An Nahl : 69]


4. Shurad

Burung Shurad

Shurad merupakan burung yang memiliki kepala besar dan berparuh besar, perutnya putih, dan punggungnya hijau, serta biasanya memangsa serangga dan burung-burung kecil. Burung ini lebih besar dari burung pipit dan terkadang memangsa burung pipit.

Imam at Tirmidzi rahimahullah berkata:

”Alasan burung shurod tidak boleh dibunuh karena daging hewan tersebut haram untuk dimakan, begitu juga burung Hud-Hud dan semacamnya”. [Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At Tirmidzi, Abul ‘Alaa Al Mubarakfuri, 1/189, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah]

Selain empat hewan tersebut sebagaimana yang terdapat dalam hadits di atas, Allah swt juga mengharamkan bagi manusia untuk membunuh beberapa hewan lain, seperti:

5. Katak

katakSuatu ketika Rasulullah saw ditanya oleh seorang tabib tentang katak yang dipergunakan sebagai campuran obat, lalu Rasulullah saw melarang membunuhnya. Hal ini sesuai dengan Sabda Rasulullah saw :

‘Abdurrahman bin ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu berkata: ”Bahwasanya ada seorang tabib bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam perihal menjadikan katak sebagai obat, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam melarang untuk membunuhnya”. [HR. Ahmad 3/453, Abu Dawud No. 3871, An Nasa’i 7/210, Ad Darimi No. 2004, Al Baihaqi 9/258, Al Hakim 4/410, Ath Thayalisi No. 1481].


6. Kucing

kucing

Mengenai hukum membunuh kucing, Rasulullah saw bersabda :

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda: “Seorang wanita disiksa karena mengurung seekor kucing sampai mati. Kemudian wanita itu masuk neraka karenanya, yaitu karena ketika mengurungnya ia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum sebagaimana ia tidak juga melepasnya mencari makan dari serangga-serangga tanah”. [HR. Muslim No. 4160].


Baca juga :

Like and Share

(Visited 5.290 times, 1 visits today)

Silakan beri komentar anda!

tulis komentar . . .

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares