Ungkap 7 Fakta Tersembunyi Dibalik Misteriusnya Planet Mars

Like and Share

Pidipedia.com-Siapa yang tak kenal dengan planet yang satu ini, planet merah yang letaknya paling dekat dengan bumi ini selalu disebut-sebut sebagai planet berpenghuni layaknya seperti di planet bumi. Siapa lagi kalau bukan Mars! ya, Mars dijuluki “Bintang Api” oleh para astronom Tiongkok kuno. Palnet ini memiliki banyak kenuikan dan menyimpan segudang pertanyaan, sehingga tak sedikit para ilmuan penasaran dan tergoda untuk terus mempelajari lebih jauh lagi dan segera mencari tahu jawabannya.

Selain bumi, planet mars merupakan satu-satunya planet dalam galaksi bimasakti yang dicurigai memiliki kehidupan. Namun hingga saat ini, meskipun puluhan pesawat luar angkasa telah dikirim untuk menyelidiki Mars, tapi belum bisa dibuktikan apakah mars berpenghuni atau cuma planet kosong yang tak berpenghuni dan masih banyak misteri tentang planet merah yang belum terungkap.

Apa saja fakta-fakta dibalik misteriusnya planet mars yang belum terungkap?

1. Mars memiliki 2 permukaan yang berbeda

permukaan 2 sisi mars

Selama ini para ilmuwan telah dibingungkan oleh perbedaan antara dua sisi permukaan Mars. Yaitu antara belahan Utara dan belahan selatan planet. Benarkah?

Belahan utara planet Mars:

Tempat tersebut memliki ciri permukaan halus dan rendah dan merupakan tempat paling halus di Tata Surya, diduga kuat terbentuk oleh air yang pernah mengalir di permukaan Mars.

Belahan selatan planet Mars:

Tempat dibagian ini sangat kasar dan dipenuhi kawah, dimana sekitar 4 hingga 8 kilometer lebih tinggi dari permukaan di belahan utara. Bukti terbaru menunjukkan bahwa perbedaan ketinggian antara belahan utara dan selatan Mars disebabkan oleh hantaman meteorit di masa lampau.


2. Misteri Metana di atmosfer Mars

metana mars

Jika di Bumi, kebanyakan metana di atmosfer diproduksi oleh kehidupan, seperti dari kotoran sapi. Namun, tetap ada cara lain untuk menghasilkan metana tanpa kehidupan, seperti dari aktivitas vulkanik. Untuk menyelidiki lebih lanjut, pesawat luar angkasa ExoMars milik ESA diluncurkan tahun ini untuk mempelajari komposisi kimia di atmosfer Mars.

Metana-molekul organik paling sederhana pertama kali ditemukan di atmosfer Mars oleh pesawat luar angkasa Mars Express milik ESA tahun 2003.


3. Adakah air mengalir saat ini?

Bukti-Air-Mengalir-di-Planet-Mars

Selama ini terdapat banyak bukti yang menunjukkan bahwa di permukaan planet Mars pernah ada air yang mengalir. Namun hal itu tetap menyisakan pertanyaan: Karena tekanan atmosfer di planet Mars hanya sekitar seperseratus tekanan atmosfer Bumi, jadi terlalu rendah untuk membuat air bisa mengalir dan bertahan di permukaannya. Meski demikian, garis sempit gelap di lereng Mars mengisyaratkan bahwa air asin bisa mengalir di sana setiap musim semi.


4. Apakah Mars memiliki Lautan?

laut di mars

Dari sekian banyak misi yang pernah dikirim ke planet Mars untuk mengungkapkan sejumlah fitur yang menunjukkan bahwa planet ini pernah cukup hangat, sehingga memungkinkan jika ada air atau suatu cairan yang mengalir di seluruh permukaannya. Fitur-fitur ini termasuk kawasan yang tampak seperti lautan luas, lembah-lembah, delta-delta sungai dan mineral yang membutuhkan air dalam pembentukannya.

Adapun bukti lain yang menunjukkan bahwa suhu di planet Mars kuno cukup hangat untuk mendukung adanya air, setidaknya di satu titik di permukaannya. Temuan lain mengisyaratkan bahwa Mars kuno pernah dingin dan basah, bukannya dingin dan kering atau hangat dan basah, seperti yang sering diperdebatkan.


5. Adakah kehidupan di Mars?

REAL LIFE ON MARS

Pesawat luar angkasa pertama yang berhasil mendarat di Mars, Viking 1 milik NASA, memulai misteri yang tetap menggoda untuk dipecahkan: Apakah ada bukti kehidupan di Mars?

Viking pernah mendeteksi molekul organik seperti metil klorida dan diklorometana. Namun senyawa ini dinyatakan sebagai kontaminasi dari Bumi, karena terdapat pada cairan pembersih yang biasa digunakan dalam persiapan pesawat luar angkasa ketika masih di Bumi.

Seperti yang kita tahu, permukaan Mars tidak mendukung kehidupan dalam hal suhu dingin, radiasi, kegersangan parah dan faktor-faktor lainnya. Namun, ada banyak contoh bentuk kehidupan yang masih hidup di lingkungan ekstrim di Bumi, seperti suhu dingin, tanah kering di Lembah Kering Antartika dan gurun super kering Atacama di Chili.

Di Bumi, di mana ada air cair, kehidupan hampir selalu ada. Mengingat adanya kemungkinan bahwa pernah ada lautan di Mars menimbulkan pertanyaan apakah kehidupan pernah berkembang di Mars, dan jika iya, apakah saat ini masih ada?


6. Apakah kehidupan di Bumi berasal dari Mars?

kehidupan berasal dari mars

Meteorit-meteorit yang ditemukan di Antartika berasal dari Mars-terhempas dari planet merah oleh tabrakan kosmik-memiliki struktur yang menyerupai buatan mikroba di Bumi. Meskipun banyak peneliti yang kemudian merujuk pada penjelasan kimia daripada biologis dalam kasus struktur ini, namun perdebatan terus berlanjut. Penemuan tersebut meningkatkan kemungkinan bahwa kehidupan di Bumi sebenarnya berasal dari Mars di masa lampau, terbawa ke sini di meteorit.


7. Dapatkah manusia tinggal di Mars?

koloni-pertama-manusia-di-mars-akan-mati-dalam-68-hari

Pada tahun 1969, NASA pernah berencana berupa misi untuk mengirim manusia ke Mars pada 1981 dan basis Mars permanen pada 1988. Namun, perjalanan manusia lintas planet tentu menghadirkan tantangan ilmiah dan teknologi.

Pertama, ilmuwan harus berurusan dengan sulitnya perjalanan, masalah makanan, air, oksigen, efek buruk gravitasi mikro, dan potensi bahaya radiasi. Kemudian, fakta bahwa astronot dalam misi tersebut akan berjarak jutaan mil jauhnya dari pusat bantuan, dikurung bersama selama bertahun-tahun, mengerjakan misi, tentu memberikan sejumlah tantangan besar lainnya.

Namun, ilmuwan tampak bersemangat untuk mencari tahu. Tahun ini, enam relawan hidup di replika pesawat luar angkasa selama hampir setahun setengah dalam proyek Mars500. Ini menjadi simulasi penerbangan antariksa terlama yang pernah dilakukan, dengan tujuan mereplikasi misi manusia ke Mars dari awal hingga akhir.

Lebih gila lagi, NASA ingin menempatkan manusia di Mars pada tahun 2030-an. Mereka baru saja mengumumkan bahwa sedang mendanai Proyek “Torpor Inducing Transfer Habitat For Human Stasis To Mars”. Proyek ini menempatkan penjelajah Mars di masa depan dalam keadaan hipotermia, suhu inti tubuh mereka diturunkan sekitar 10 derajat Fahrenheit untuk mengurangi tingkat metabolisme. Mereka akan diberi makan intravena sepanjang perjalanan. Jika nantinya pesawat dapat bekerja dengan aman, teknologi ini bisa membantu menuju Mars atau bahkan melakukan perjalanan ke sistem bintang lain.

(sumber: nationalgeographic / space.com)


Baca Juga:

NASA Optimis Manusia Bisa Hidup di Mars Pada Tahun 2030

Like and Share

(Visited 4.103 times, 2 visits today)

Silakan beri komentar anda!

tulis komentar . . .

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares